Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet | Pecinta Militer Pecinta Militer: Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Wednesday, 7 September 2016

Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet


Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Sukhoi Su-27 sering dianggap sebagai hasil dari persaingan antara Sukhoi dengan Mikoyan Gurevich, karena bentuk yang hampir sama antara Su-27 dan MiG-29. Tetapi angapan tersebut tidak benar, karena Su-27 sejak awal dirancang sebagai pesawat interseptor dan pesawat tempur superioritas udara jarak jauh, sedangkan MiG-29 sendiri dirancang untuk berperan pesawat tempur pendukung jarak dekat. Sukhoi Su-27 (kode NATO: Flanker) adalah pesawat tempur yang dirancang oleh Biro Desain Sukhoi, dan pada awalnya diproduksi oleh Uni Soviet. Pesawat ini direncanakan sebagai saingan utama pesawat tempur Amerika Serikat generasi baru yaitu F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet. Su-27 memiliki jarak jangkau yang jauh, persenjataan yang berat, dan kelincahan yang tinggi. 

Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Munculnya F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon pada pertengahan tahun 1970an sempat membuat Blok Timur mengalami kesulitan. Kemudian keadaan menjadi berimbang setelah peluncuran Su-27 Flanker dan MiG-29 Fulcrum pada pertengahan 1980an. Su-27 mempunyai kemampuan
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
manuverabilitas yang  hebat dan menjadi salah satu pesawat yang paling mengesankan yang pernah dibuat. Su-27 Flanker dirancang sebagai pesawat tempur dengan performa tinggi dengan sebuah sistem kontrol fly-by-wire dan kemampuan untuk membawa sampai 10 AAM. Prototipe pertama "Flanker-A" terbang pada 20 Mei 1977 dan diresmikan sebagai "Flanker B" pada 1984. Pengembangan pesawat tempur Su-27 telah selesai pada awal 1980an, dan setelah itu membuat lebih dari 40 rekor dunia untuk kecepatan altitude dan take-off. Su-27 Flanker merupakan pelopor dari sebuah keluarga pesawat termasuk pesawat latih Su-27UB, pesawat tempur Su-33, pesawat multi misi Su-37 dan pesawat spesialis kursi ganda Su-32FN. Su-27UB merupakan versi Su-27 dengan kursi ganda yang terbang perdana pada Maret 1985.
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Selain beroperasi di Rusia dan negara-negara CIS, Su-27 juga di operasikan di China dan Vietnam. Bahkan Cina juga membeli lisensi untuk memproduksi pesawat Su-27 sendiri. Pada 1997 Sukhoi menandatangani kontrak dengan Vietnam seharga $180 juta untuk mensuplai 6 Su-27 (2 Su-27SK dan 4 Su-27UB). Sukhoi mengirim 4 di antaranya pada 1996 dan 2 hancur karena pesawat pengangkutnya menabrak blok apartemen di Irkutsk. Vietnam diperkirakan telah membeli 24 pesawat tempur Sukhoi dengan harga $800 juta di akhir millennium lalu.

Su-27 mempunyai sayap yang dipasang di bagian tengah badan pesawat dan berbentuk semidelta dengan ujung kotak. LERX memanjang di bawah dan depan akar sayap dengan dua mesin di dalam badan pesawat. Terdapat "air intakes" (saluran udara) berbentuk kotak dan "diagonally cut" (terpotong secara diagonal) yang terpasang di bawah sayap sepanjang samping bodi pesawat. Bodi pesawat dari saluran udara sampai ekor pesawat berbentuk segiempat . Hidung meruncing dan terdapat kanopi gelembung. Sirip ekor tertekuk ke belakang, tajam dengan ujung kotak dan terpasang di luar mesin. "Flats"-nya dipasang di tengah (mid-mounted), tertekuk ke belakang dan tajam. Mempunyai sistem "airbrakes" yang dipasang di atas bodi pesawat, di belakang kokpit

Sejarah
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Ketika Uni Soviet memperoleh informasi tahun pada 1969 bahwa AU AS telah memilih McDonnell Douglas untuk membuat rancangan pesawat tempur eksperimental (yang kemudian menjadi F-15), Uni Soviet kemudian memulai program PFI (Perspektivnyi Frontovoy Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir") yang direncanakan akan menghasilkan pesawat yang bisa menandingi hasil rancangan Amerika Serikat. Tetapi spesifikasi yang dibutuhkan untuk memenuhi syarat-syarat program ini jika diterapkan pada satu pesawat saja ternyata terlalu mahal dan rumit, maka kemudian program ini dibagi menjadi dua, yaitu TPFI (Tyazholiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir berat") dan LPFI (Lyogkiy Perspektivnyi Frontovoi Istrebitel, "pesawat tempur taktis mutakhir ringan"). Sukhoi OKB diberikan program TPFI.  Langkah ini juga sama dengan apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat, dimana Amerika Serikat memulai program "Lightweight Fighter" yang nantinya akan menghasilkan F-16.
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Biro Desain PO Sukhoi kemudian mulai merancang pesawat tempur generasi ke-4 sejak akhir 1969 yang kemudian dikenal dengan nama Su-27 ini dan pengembangan Su-27 dibawah pengawasan OS Samoilovich. Uni Sovyet membutuhkan model pesawat tempur baru yang efektif untuk menghadapi jet tempur F-15 yang sedang dikembangkan AS dibawah program FX sejak tahun 1966. Pada tahap awal, Biro Desain PO Sukhoi menghasilkan sejumlah konsep konfigurasi alternatif, termasuk yang berdasarkan solusi konvensional, model F-15 yang merupakan konsep baru dari konfigurasi badan pesawat dan pada pengembangan selanjutnya didasarkan pada konsep tersebut.
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Fitur penting lainnya adalah penggunaan sistem kontrol jarak jauh (EDC) untuk mengatasi ketidakstabilan statis longitudinal yang sering dialami pada model pesawat tempur jenis baru. Penerapan inovasi ini memberikan peningkatan yang dramatis pada manuver pesawat saat melakukan pertempuran satu lawan satu dengan pesawat lawan (dogfight).
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Periode tahun 1971 hingga 1972, desain pesawat tempur baru yang dibutuhkan tersebut dikembangkan secara tender oleh Biro Desain AI Mikoyan, P.O. Sukhoi, serta Yakovlev. Rancangan jet tempur Su-27 dengan kode produk T10 telah diselesaikan pada bulan September 1971 dan diserahkan untuk dilakukan serangkaian uji oleh pihak Angkatan Udara Uni Sovyet pada bulan Februari 1972.

Pesawat tempur Su-27 mengalami desain ulang pada tahun 1972-1973 untuk dapat memenuhi persyaratan sesuai dengan masukan dari pihak militer. Rancangan Sukhoi pertama kali muncul sebagai pesawat dengan sayap delta T-10, yang terbang perdana pada tanggal 20 Mei 1977. T-10 terlihat oleh pengamat Barat, dan diberikan kode NATO, Flanker-A.

Dua prototipe pertama Su-27 dilengkapi dengan mesin AL-21FZAI. Pengembangan T-10 menemui banyak masalah, yang mengakibatkan salah satu pesawat ini jatuh pada tanggal 7 Mei 1978. Musibah ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan berbagai modifikasi perancangan yang menghasilkan T-10S, yang terbang perdana pada 20 April 1981. Pesawat ini juga menemui banyak masalah, dan jatuh pada tanggal 23 Desember 1981.

Pada bulan Mei 1978, program pengujian diperluas untuk mencakup prototipe kedua, T10-2. Tahun 1979, prototipe T10-3 dan T10-4 dibuat dengan sudah dilengkapi mesin AL-31F. Mesin turbofan AL-31F dibuat khusus oleh AM Lyulka untuk Su-27.

Disediakan tempat yang sangat lebar bagi mesin turbofan Lyulka AL-31F  untuk alasan keamanan dan untuk menjamin aliran udara yang tidak terputus pada bukaan udara masuk. Ruangan yang tercipta di antara dua buah mesin tersebut juga memberikan daya angkat tambahan sehingga mengurangi beban sayap. Saluran penuntun yang bisa digerakan pada bukaan udara masuk memungkinkan pesawat mencapai kecepatan Mach 2+, dan membantu menjaga aliran udara mesin pada saat sudut alpha tinggi. Sebuah layar penyaring ditempatkan pada bukaan udara masuk untuk melindungi mesin dari partikel kotor saat lepas landas
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Pada bulan Desember 1979, Su-27 secara resmi diterima oleh militer untuk dilakukan pengujian. Tapi itu adalah versi yang berbeda dari pesawat yang dimasukkan dalam rencana produksi.

Pada tahun 1984, versi produksi pesawat ini (Su-27 atau Su-27S, dengan kode NATO Flanker-B) mulai dipakai AU Soviet , tetapi baru dipakai secara menyeluruh pada tahun 1986, karena sempat terhambat oleh masalah produksi. Pesawat ini dioperasikan oleh Pertahanan Antiserangan Udara Soviet (Voyska PVO) dan AU Soviet (VVS). Pemakaiannya di V-PVO adalah sebagai interseptor, menggantikan Sukhoi Su-15 dan Tupolev Tu-28. Dan pemakaiannya di VVS lebih difokuskan kepada interdiksi udara, dengan tugas menyerang pesawat tanker dan AWACS, yang merupakan aset penting angkatan udara NATO.

Pada bulan Juni 1989, Su-27 dan Su-27UB untuk pertama kalinya ditampilkan di luar negeri pada pameran kedirgantaraan Le Bourget. Pilot V.G. Pugachov dan Ye.I. Frolov mempertontonkan  manuver unggul pesawat Sukhoi kepada masyarakat internasional. Sejak saat itu, Su-27 membuktikan tingkat pencapaian tertinggi dalam industri pesawat terbang Rusia.

Kesuksesan secara komersial di pasar global adalah bukti lain dari keunggulan jet tempur Su-27 . Sejak tahun 1991, fasilitas produksi di Komsomolsk-on-Amur dan Irkutsk telah memproduksi Su-27SK dan Su-27UBK,  yaitu varian ekspor Su-27. Sejak tahun 1992 model ini telah diekspor ke China, Vietnam, Ethiopia dan Indonesia. Dan sejak tahun 1998, Su-27SK telah diproduksi dibawah lisensi di China dengan nama F/J-11 dan melakukan uji coba penerbangan yang pertama pada 16 Desember 1998.

Desain
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Desain aerodinamisasi dasar dari Su-27 mirip dengan MiG-29 dengan ukuran yang lebih besar. Pesawat ini sangat besar sehingga menggunakan  banyak material titanium untuk meringankan beratnya (sekitar 30%) dan tidak ada material komposit yang digunakan. Sayap yang sayung kebelakang menyatu dengan badan pesawat pada perpanjangan leading edge dan pada dasarnya sayap berbentuk delta, dengan bagian ujung luar saja yang dipotong untuk tempat rel rudal diujung sayap. Su-27 bukanlah sebuah pesawat delta murni karena masih mempertahankan bentuk ekor konvensional, dengan menggunakan 2 sirip ekor vertikal di sisi luar kedua mesinnya, dan dibantu dengan 2 ekor tengah melipat kebawah untuk membantu stabilitas lateral.

Su-27 merupakan pesawat operasional pertama Uni Soviet yang menggunakan sistem kontrol penerbangan ''fly by wire'', yang dikembangkan berdasarkan pengalaman OKB Sukhoi pada proyek pesawat pengebom Sukhoi T-4. Sistem ini dikombinasi dengan beban sayap yang relatif rendah dan kontrol penerbangan dasar yang kuat, sehingga menghasilkan pesawat yang luar biasa lincah, tetapi mudah dikendalikanl walaupun pada kecepatan sangat rendah dan sudut serang tinggi. Pada pameran dirgantara, pesawat ini sukses mendemonstrasikan kemampuan manuvernya dengan melakukan aksi "patukan kobra" (Pugachev's Cobra) atau pengereman dinamis - mempertahankan level penerbangan pada sudut serang 120°. Pengarah semburan jet juga sudah di uji coba dan sudah diterapkan pada model-model akhir yaitu Su-30MKI dan Su-37, memungkinkan pesawat untuk berbalik tajam dengan radius putar hampir nol, menggunakan teknik somersault vertikal ke gerakan pelurusan kembali dan mengambang terbatas dengan hidung pesawat menghadap keatas.

Versi maritim dari Flanker (dikenal dengan nama Su-33), menggunakan canard untuk daya angkat tambahan, mengurangi jarak lepas landas (sangat penting untuk beroperasi dari kapal induk tanpa sistem ketapel, Admiral Kuznetsov ). Canard ini juga digunakan pada beberapa varian seperti Su-30, Su-35, dan Su-37.

Kanopi Su-27UB.

Sebagai tambahan pada kelincahannya, Su-27 menggunakan volume internalnya yang besar untuk menyimpan bahan bakar dalam jumlah besar. Pada konfigurasi berlebih untuk jarak tempuh maksimum, pesawat ini mampu membawa 9.400 kg bahan bakar internal, bagaimanapun juga dengan beban seperti itu kemampuan manuvernya menjadi terbatas, dan beban normal adalah 5.270 kg.

Pesawat Su-27 dipersenjatai dengan sebuah kanon Gryazev-Shipunov GSh-30-1 kaliber 30 mm di pangkal sayapnya, dan mempunyai 10 cantelan senjata untuk tempat rudal dan senjata lainya. Standar persenjataan rudal untuk pertempuran udara ke udara adalah campuran dari rudal Vympel R-73 (AA-11 Archer) dan rudal Vympel R-27 (AA-10 'Alamo'). Senjata terakhir mempunyai versi jarak tempuh yang diperjauh dan model kendali inframerah. Varian Flanker yang lebih canggih seperti Su-30, Su-35, dan Su-37 juga bisa membawa rudal Vympel R-77 (AA-12 Adder).

Pesawat Su-27 mempunyai sebuah display kepala tegak berkontras tinggi yang bisa disetel dan incaran yang dipasang di helm, dan jika dipasangkan dengan rudal R-73 serta kelincahan pesawat yang sangat tinggi membuat Su-27 menjadi salah satu pesawat terbaik untuk pertempuran udara jarak dekat.

Radar Su-27 terbukti menjadi masalah besar dalam pengembangan Su-27. Permintaan awal dari Uni Soviet sangat ambisius dengan  menginginkan kemampuan untuk menyergap multi target dan jarak pantau 200 km terhadap pesawat seukuran pengebom (RCS 16 meter persegi untuk sebuah Tu-16). Hal ini akan melampaui kemampuan deteksi radar APG-63 dari F-15 (sekitar 180 km untuk target ber-RCS 100 meter persegi) dan kemampuan radar Su-27 ini kira-kira setara dengan Zaslon phased array radar seberat 1 ton yang digunakan di pesawat MiG-31.

Pengalaman Tempur
Sukhoi Su-27 Flanker - Pesaing  F-14 Tomcat, F-15 Eagle, F-16 Fighting Falcon, dan F/A-18 Hornet
Sukhoi Su-27 Flanker
Walaupun Su-27 dianggap memiliki kelincahan yang mengagumkan, pesawat ini belum banyak dipakai pada pertempuran yang sebenarnya. Pemakaian pesawat ini yang patut disebut adalah pada Perang Ethiopia-Eritrea, dimana pesawat-pesawat Sukhoi Su-27A Ethiopia dipakai untuk melindungi pesawat interseptor MiG-21 dan MiG-23. Pada perang itu, pesawat-pesawat Su-27 tersebut berhasil menghancurkan empat MiG-29 Eritrea.
Salah satu pilot yang berhasil menembak jatuh lawan adalah Aster Tolossa, yang menjadi wanita Afrika pertama yang memenangi sebuah pertempuran udara.

Varian

Era Soviet

    T10 ("Flanker-A")
    T10
    P-42
    Su-27
    Su-27s (Su-27 / "Flanker-B")
    Su-27P (Su-27 / "Flanker-B")
    Su-27UB ("Flanker-C")
    Su-27S?
    Su-27UBK
    Su-27k ( Su-33 / "Flanker-D")
    Su-27m ( Su-35 / Su-37 , Flanker-E / F)

Era Pasca Soviet

    Su-27PD
    Su-27PU ( Su-30 )
    Su-30M / Su-30MK
    J-11
    Su-27SM (Flanker-B Mod 1.)
    Su-27SKM
    Su-27UBM
    Su-27SM2
    Su-27SM3
    Su-32 (Su-27IB)
    Su-27KUB
    Su-35BM/Su-35S

Negara-negara Pengguna

Sekitar 680 Su-27 diproduksi oleh Uni Soviet, dan 400 digunakan oleh Rusia. Negara mantan Soviet yang memiliki pesawat ini adalah Ukraina dengan 60 pesawat, Belarusia dengan sekitar 25 pesawat, Kazakhstan dengan sekitar 30 dan sudah memesan 12 pesawat lagi, serta Uzbekistan dengan 25 buah pesawat.

Tiongkok menerima 26 Su-27 pada tahun 1991, dan mendapatkan 22 buah lagi pada 1995. Kemudian pada tahun 1998 mereka menandatangani kontrak untuk lisensi produksi 200 pesawat ini dengan nama Shenyang J-11. Vietnam memiliki 12 Su-27SK dan telah memesan 24 lagi. Ethiopia memiliki 8 Su-27A dan 2 Su-27U. Indonesia mempunyai 2 Su-27SK, 2 Su-30MK serta 3 SU-27SKM dan 3 SU-30MK2. Dan Angola telah menerima sekitar 8 Su-27/27UB. Meksiko berencana untuk membeli 8 Su-27s dan 2 pesawat latihan Su-27UB.
Amerika Serikat juga diperkirakan memiliki satu Su-27 Flanker-B dan satu Su-27UB. Tiga pesawat ini masuk sebagai registrasi sipil, dan salah satunya tiba di Amerika Serikat menggunakan pesawat Antonov-62.

Indonesia (TNI-AU) mulai menggunakan keluarga Sukhoi-27 pada tahun 2003 setelah batalnya kontrak pembelian 12 unit Su-30KI pada 1996. Kontrak tahun 2003 mencakup pembelian 2 unit Sukhoi-27SK dan 2 unit Sukhoi-30MK senilai 192 juta dolar AS tanpa paket senjata. Empat tahun kemudian pada acara MAKS 2007 di Moskwa, Departemen Pertahanan mengumumkan kontrak unruk pembelian 3 unit Sukhoi-27SKM dan 3 unit Sukhoi-30MK2 senilai 350 juta dolar AS

Berikut daftar negara pengguna SU-27 :
     - Amerika Serikat
     - Angola
     - Belarus
     - Eritrea
     - Ethiopia
     - Indonesia
     - Kazakhstan
     - Republik Rakyat China
     - Rusia
     - Ukraina
     - Uzbekistan
     - Vietnam

Spesifikasi (Sukhoi Su-27)

Ciri-ciri umum

    Kru: Satu
    Panjang: 21,9 m (72 ft)
    Rentang sayap: 14,7 m (48 ft 3 in)

    Leading edge sweep: 42°)

    Tinggi: 5,93 m (19 ft 6 in)
    Luas sayap: 62 m² (667 ft²)
    Berat kosong: 16.380 kg (36.100 lb)
    Berat isi: 23.000 kg (50.690 lb)
    Berat maksimum saat lepas landas: 33.000 kg (62.400 lb)
    Mesin: 2 × Lyulka AL-31F turbofan, masing-masing 122,8 kN (27.600 lbf)

Kinerja

    Laju maksimum: 2.500 km/jam (1.550 mph Mach 2.35)
    Jangkauan: 1.340 km pada ketinggian air laut, 3.530 km pada ketinggian tinggi (800 mi pada ketinggian air laut, 2070 mi pada ketinggian yang tinggi)
    Langit-langit batas: 18.500 m (60.700 ft)
    Laju tanjak: 325 m/s (64.000 ft/min)
    Beban sayap: 371 kg/m² (76 lb/ft&sup2')
    Dorongan/berat: 1,085

Persenjataan

    1 x meriam GSh-30-1 30 mm, 150 butir peluru
    8.000 kg (17.600 lb) pada 10 titik eksternal

    6 R-27, 4 R-73
        Su-27SM dapat menggunakan R-77 menggantikan R-27
    Su-27IB dapat menggunakan peluru kendali anti-radiasi X-31, peluru kendali udara ke darat X-29L/T, serta bom KAB-150 dan UAB-500

    AA-11 Archer / R-73
    AA-10A/B/C/D/E Alamo-A/B/C/D/E / R-27R/T/RE/TE/AE
    AS-16 Kickback SRAM/ Kh-15/C
    Air bombs

        KAB-500Kr
        KAB-1500Kr
        KAB-1500L / 1500F / 1500L-PR
        KAB-500R
        KAB-500KRU
        ODAB-500

    OEPS-27 Optronic sighting system for SU-27SK
    AS-11 Kilter / Kh-58E
    ZHUK Family Airborne Radars

Tipe         Pesawat tempur superioritas udara (Su-27 Flanker-B)
Terbang perdana 20 Mei 1977
Diperkenalkan Desember 1984
Status aktif
Pengguna utama Rusia
Pengguna lain Aljazair, Angola, Belarusia, Cina, Eritrea, Ethiopia, India, Indonesia, Kazakhstan, Malaysia, Ukraina, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam
Tahun produksi 1984 - kini
Jumlah produksi 680
Harga satuan US$35 juta
Varian :
- Su-30
- Su-33
- Su-34
- Su-35
- Su-37
- J-11

Sumber :
- en.wikipedia.org
- avion-de-combat.com
- airforce-technology.com
- tzimport.com
- theaviationist.com
- jeaf.com
- aereo.jor.br
- wp.scn.ru
- sinodefence.com
- pictures.4ever.eu

Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |