A-10 Thunderbolt - Pesawat Tempur Close Air Support | Pecinta Militer Pecinta Militer: A-10 Thunderbolt - Pesawat Tempur Close Air Support
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Thursday, 1 September 2016

A-10 Thunderbolt - Pesawat Tempur Close Air Support


A-10 Thunderbolt  -  Pesawat Tempur Close Air Support
A-10 Thunderbolt
A-10/OA-10 Thunderbolt II adalah pesawat Angkatan Udara AS pertama setelah Perang Dunia II yang dirancang untuk memberi dukungan dari udara dekat A-10/OA-10 Thunderbolt II, merupakan pesawat Angkatan Udara AS pertama pasca Perang Dunia II yang dirancang untuk dukungan udara dekat (CAS: Close Air Support)  kepada pasukan di darat. A-10/OA-10 Thunderbolt II Merupakan sebuah pesawat jet yang  sederhana, efektif dan dilapisi baja untuk lebih kuat menahan tembakan lawan dibanding pesawat-pesawat tempur lainnya, berkursi-tunggal, mesin-ganda
dirancang untuk menyerang sasaran di darat, termasuk tank dan kendaraan lapis baja lainnya. Pesawat A-10 hanya digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat dan direncanakan tetap dipakai sampai tahun 2028.
A-10 Thunderbolt  -  Pesawat Tempur Close Air Support
A-10 Thunderbolt

A-10 Thunderbolt II  memiliki spesialisasi sebagai pesawat tempur dukungan udara yang sudah dibuat pada awal 1970. Diproduksi oleh pabrikan pesawat Fairchild Republic, perusahaan yang didirikan pada tahun 1925 dan beberapa kali berpindah pemilik. Terakhir kali perusahaan ini dibeli oleh sebuah industri pertahanan Israel, Elbit Systems.

Senjata utama pesawat ini yaitu meriam rotary berat GAU-8 Avenger , sebuah meriam rotary terberat yang pernah dipasangkan pada suatu pesawat tempur. Beberapa bagian dari lambung pesawat dilapisi baja dengan total berat lebih dari 540 kg. Bagian-bagian tersebut dirancang untuk bisa terus berfungsi selama mungkin. Dengan perlindungan lapisan baja tersebut, diharapkan pesawat bisa tetap terbang meskipun telah mengalami kerusakan yang parah. Tak heran jika hingga sekarang Angkatan Udara AS masih mengoperasikan A-10 Thunderbolt II.
A-10 Thunderbolt  -  Pesawat Tempur Close Air Support
A-10 Thunderbolt

Nama dibelakang A-10 diambil dari pesawat P-47 Thunderbolt, sebuah pesawat tempur yang sangat efektif sebagai dukungan udara pada masa Perang Dunia II. Di kalangan penerbangan tempur AS, A-10 Thunderbolt terkenal dengan julukan nama "Warthog" atau "Hog". Sebagai penempur udara untuk misi sekunder, pesawat ini menyediakan control udara ke garis depan dan membimbing pesawat tempur lainnya guna menyerang target di darat. Yang sering digunakan pada misi seperti ini adalah dari varian OA-10.

Latar Belakang Pembuatan
A-10 Thunderbolt  -  Pesawat Tempur Close Air Support
A-10 Thunderbolt
Sebelumnya, Angkatan Udara AS sempat dikritik karena dianggap tidak serius menyediakan pesawat tempur khusus dukungan udara bagi pasukan di darat. Dalam Perang Vietnam, banyak pesawat tempur AS yang tertembak jatuh saat  melakukan serangan dalam pertempuran darat. Pesawat-pesawat itu dengan mudah dihancurkan dengan tembakan persenjataan ringan. Helikopter tempur seperti Bell UH-1 Iroquois dan AH-1 Cobra ternyata tidak cocok untuk menghadapi kendaraan lapis baja musuh. Kedua helikopter tersebut hanya dilengkapi senapan mesin anti personel dan roket dengan target jarak dekat. Sedangkan jet tempur supersonik seperti F-100 Super Sabre, F-105 Thunderchief, dan F-4 Phantom II memiliki kecepatan terbang yang terlalu cepat sehingga awak pesawat tidak bisa menembak target permukaan dengan akurat serta kesulitan dalam melakukan manuver pada pertempuran darat. Satu-satunya pesawat tempur dukungan udara yang dianggap efektif pada masa itu adalah A-1 Skyraider, namun dianggap sebagai penempur udara yang sudah usang.

Pada tahun 1966, Angkatan Udara AS membentuk Program A-X (Attack Experimental) yang dipimpin oleh Kolonel Avery Kay. Pada tanggal 6 Maret 1967, Angkatan Udara meminta kepada 21 perusahaan industri pertahanan untuk terlibat pada Program A-X ini. Tujuan dari program ini adalah melakukan studi untuk mendapatkan desain pesawat tempur serangan permukaan yang berbiaya murah.
A-10 Thunderbolt  -  Pesawat Tempur Close Air Support
A-10 Thunderbolt
kemudian tahun 1969, Angkatan Udara AS meminta Pierre Sprey untuk membuat rincian usulan Program A-X. Sprey melakukan diskusi dengan para pilot pesawat tempur A-1 Skyraider yang bertugas pada Perang Vietnam. Dari diskusi ini didapatkan kesimpulan bahwa yang mereka butuhkan adalah sebuah pesawat tempur yang mampu bermanuver dalam waktu lama di arena pertempuran, berkecepatan rendah, memiliki meriam otomatis dengan daya tembak kuat, dan mampu bertahan dari balasan serangan musuh di darat. Satu hal lagi, biaya pembuatan tiap unit pesawat harus kurang dari US$ 3 juta.

Akhirnya spesifikasi pesawat yang diinginkan adalah bahwa pesawat tersebut memiliki kecepatan maksimum 740 km/jam, dipersenjatai meriam mesin kaliber 30 mm, landasan lepas-landas 1.200 meter, angkutan eksternal hingga 7.300 kg, radius tempur 460 km, dan biaya per unit US$ 1,4 juta. Enam perusahaan mengajukan proposal untuk pesawat ini. Yang terpilih adalah prototip pesawat YA-9A buatan Northrop dan YA-10A buatan Fairchild Republic. Sedangkan General Electric dan Philco-Ford dipilih untuk mengembangkan dan menguji coba prototip meriam mesin GAU-8.

Pesawat YA-10A yang dibangun di Hagerstown, Maryland oleh Fairchild-Republic dan melakukan penerbangan perdana pada tanggal 10 Mei 1972 akhirnya terpilih untuk digunakan dalam Program A-X. Sedangkan General Electric terpilih untuk membuat meriam mesin GAU-8. Produksi pertama pesawat jet tempur A-10 Thunderbolt terbang pertama kali pada Oktober 1975 dan penyerahannya kepada Angkatan Udara AS dimulai pada Maret 1976. Total ada 715 unit A-10 Thunderbolt yang sudah diproduksi, terkahir kali diserahkan kepada Angkatan Udara AS pada tahun 1984.
A-10 Thunderbolt  -  Pesawat Tempur Close Air Support
A-10 Thunderbolt
Spesifikasi (A-10A)
Karakteristik umum

Kru                                : 1
Panjang                          : 53 ft 4 in (16,26 m)
Lebar sayap                   : 57 ft 6 in (17,53 m)
Tinggi                            : 14 ft 8 in (4,47 m)
Area sayap                    : 506 ft ² (47,0 m²)
Airfoil                            : NACA 6716 akar, NACA 6713 tip
Berat kosong                 : £ 24.959 (11,321 kg)
Berat isi                         : £ 30.384 (13.782 kg)
 - Pada Misi CAS          : £ 47.094 (21.361 kg)
 - Pada misi anti-armor  : £ 42.071 (19.083 kg)
Berat maksimum saat lepas landas : £ 50.000 (23.000 kg)
Powerplant                         : 2 × General Electric TF34-GE-100A turbofan , masing-masing 9.065  lbf (40,32 kN)
Tidak melebihi kecepatan : 450 knot (518 mph, 833 km / h) pada 5.000 kaki (1.500 m) dengan 18 bom Mk 82
Kecepatan maksimum      : 381 knot (439 mph, 706 km / h) di permukaan laut
Kecepatan jelajah             : 300 knot (340 mph, 560 km / h)
Kecepatan minimal          : 120 knot (138 mph, 220 km / h)
Jangkauan tempur :
- Pada Misi CAS              ; 250 nm (288 mil, 460 km) pada 1,88 jam di 5.000 kaki (1.500 m), 10 menit tempur
- Pada misi anti-armor     : 252 nm (290 mil, 467 km), 40 nm (45 mil, 75 km)) permukaan laut penetrasi dan keluar, 30 menit tempur
Jangkauan maksimum feri   : 2.240 nm (2.580 mil, 4.150 km) dengan 50 knot (55 mph, 90 km / h) headwinds, 20 menit cadangan
Batas ketinggian terbang     : 45.000 ft (13.700 m)
Laju tanjak                          : 6.000 ft / min (30 m / s)
Beban sayap                        : £ 99 / ft ² (482 kg / m²)
Dorongan / berat                 : 0,36

Sumber :

- en.wikipedia.org
- commons.wikimedia.org
- youtube.com
- sf.co.ua
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |