Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366) | Pecinta Militer Pecinta Militer: Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Tuesday, 6 September 2016

Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)


Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin dengan nomor lambung 366 merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas SIGMA milik TNI AL. Nama KRI Sultan Hasanuddin diambil dari nama Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI.
KRI Sultan Hasanuddin merupakan sebuah korvet modern yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda yang mulai pada tahun 2005 khusus untuk TNI-AL. KRI Sultan Hasanuddin akan bertugas sebagai kapal patroli dengan kemampuan anti kapal permukaan, anti kapal selam dan anti pesawat udara.

Kapal kelas SIGMA ini mulai dikerjakan pada Oktober 2004, KRI Sultan Hasanuddin-366 digunakan TNI AL 24 November 2007, dibuat oleh Galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Panjang 90,71 meter, lebar 13,02 meter, dan berat kosongnya 1.444 ton. Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimum 28 knots.
Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin (366)
"Kapal ini kemampuannya peperangan permukaan. Baik dengan pesawat udara, atau rudal. Ini juga kemampuannya anti kapal selam," kata Letkol Laut (P) Heri Tribowo.
KRI Sultan Hasanuddin-366 pun dibekali berbagai persenjataan canggih. Ada meriam 76 mm Oto Melara Super Rapid Gun. Lalu 2 meriam kaliber 20 mm, dan 4 rudal Exocet 40 mm. Masing-masing punya kelebihan tersendiri.
"Meriam oto melara kaliber 76 mm itu kecepatan tembaknya 120 butir peluru per menit. Lalu rudal exocet itu untuk sasaran kapal permukaan. Jarak jangkauan maksimumnya 40 mil. Dia punya radar sendiri dan bisa mengunci sasaran," demikian penjelasan Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Heri Tribowo saat bersama bersama puluhan wartawan nasional lainnya naik ke KRI Sultan Hasanuddin-366 dari Pelabuhan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, Jumat (5/12/2014) sore.
Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin (366)
Sistem desain :
SIGMA dirancang untuk menerima sistem modul di berbagai area, sehingga kapal KRI Sultan Hasanuddin-366 ini memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam pengaturannya dengan biaya operasional yang rendah. Korvet ini mempunyai fasilitas  perlengkapan komunikasi dan pertempuran yang lengkap di dalam ruang yang luas untuk menampung 80 orang awak, terdapat sebuah dek helikopter dan propulsi diesel propeler ganda. Kemampuan propulsi dan keseimbangan yang tinggi dari kapal ini (dilengkapi dengan gulungan penyetabil pasif) membuat kapal cocok untuk melaksanakan operasi pencarian dan patroli di perairan teritorial indonesia. Fungsi utama dari kapal ini adalah Patroli maritim Zona Ekonomi Ekslusif (EEZ), Penggetar, Pencarian dan penyelamatan (SAR) serta anti kapal selam. Dek helikopter mampu menampung sebuah helikopter dengan berat maksimum 5 ton dilengkapi dengan fasilitas lashing point dan sistem pengisian BBM . Operasi helikopter mampu dilakukan pada malam  maupun siang hari. Kapal ini dibuat menggunakan rules Lloyd's Register untuk unrestricted service dan disahkan oleh prinsipal kelautan yang bonafid.

Tenaga penggerak :
Kapal kelas sigma ini dilengkapi dua buah mesin diesel V28-33D STC (sequential turbo charging) diproduksi oleh MAN Diesel (Jerman) berkonfigurasi V 20 silinder. Mesin berkekuatan 8900 kW ini masing-masing menggerakan sebuah baling-baling yang bisa diatur kemiringan bilahnya melalui sebuah gir pengurang putaran satu tingkat. Mesin berbobot 46 ton ini berukuran panjang x lebar x tinggi = 7330 x 2100 x 3180 mm.

Persenjataan :
Sebagai bagian dari armada patroli, KRI Sultan Hasanuddin dipersenjatai dengan berbagai jenis persenjataan untuk meronda wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Termasuk diantaranya adalah :
Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin (366)
- Peluru kendali darat ke udara: MBDA Mistral dalam peluncur Tetral laras 4, Jangkauan efektif 6 km
- Peluru kendali anti kapal: MBDA Excocet MM40 block 2, Jangkauan efektif 70 km
- Kanon utama: Oto-Melara Super rapid kaliber 76 mm, kecepatan tembakan 120 rpm,jarak maksimum 16 km (Posisi A)
- Kanon anti serangan udara: 2 x 20 mm DENEL Vector G12 (Posisi B)
- Torpedo: 3A 244S Mode II/MU 90 dilengkapi dengan 2 peluncur torpedo B515
Sensor dan elektronis

Sistem Perang: Thales TACTICOS
Radar utama: MW08 3D multibeam surveillance radar
Radar senjata: LIROD Mk2 tracking radar
Data Link: LINK Y Mk2 datalink system
Sonar: Thales Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
Elektronik Komunikasi: Thales/Signaal FOCON
Sistem Pengecoh: TERMA SKWS
Platform integrasi utama: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System
Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin (366)

Rangkuman Spesifikasi KRI Sultan Hasanuddin 366

Sekilas Info Tentang KRI Sultan Hasanuddin (366)
KRI Sultan Hasanuddin (366)
Produksi : Schelde Naval Shipbuilding, Belanda
Pengguna : TNI AL
Panjang keseluruhan : 90,71 meter
Lebar : 13,02 meter
Daya muat : 3,6 meter
Berat : 1,692 ton
Mesin pendorong :
2 x SEMT Pielstick 20PA6B STC rated at 8910 kW each driving a lightweight Geislinger coupling combination BE 72/20/125N + BF 110/50/2H (steel - composite coupling combination)
4 x Caterpillar 3406C TA generator rated at 350 kW each
1 x Caterpillar 3304B emergency generator rated at 105 kW
2 x shaft with Rolls Royce Kamewa 5 bladed CP propeller
2 x Renk ASL94 single step reduction gear with passive roll stabilization
Kecepatan :
Ekonomis 14 Knot (26 km/jam)
Jelajah 18 Knot (33 km/jam)
Maksimum 28 Knot (52 km/jam)
Jumlah awak : 80
Jarak jelajah :
3600 Nm (6700 km) pada kecepatan jelajah 18 knot
 4800 Nm (8900 km) pada kecepatan ekonomis 14 knot
Sensor dan sistem pemroses :
Combat System: Thales Group TACTICOS with 4 x Multifunction Operator Console Mk 3 2H
Search radar: MW08 3D multibeam surveillance radar
IFF: Thales TSB 2525 Mk XA (integrated with MW08)
Navigation radar: Sperry Marine BridgeMasterE ARPA radar
Fire control radar: LIROD Mk 2 tracking radar
Data Link: LINK Y Mk 2 datalink system
Sonar: Thales UMS 4132 Kingklip medium frequency active/passive ASW hull mounted sonar
Internal Communications: Thales Communication's Fibre Optical
Communications Network (FOCON) or EID's ICCS where on-board users have access to internal and/or external communication channels and integrated remote control of communications equipment
Satellite Comms: Nera F series
Navigation System: Raytheon Anschutz integrated navigation
Integrated Platform Management System: Imtech UniMACs 3000 Integrated Bridge System
Peperangan elektronik dan decoy :
ESM: Thales DR3000
ECM: Racal Scorpion 2L
Decoy: TERMA SKWS, DLT-12T 130mm decoy launchers, port, starboard
Persenjataan :
1 x Oto Melara 76 mm
2 x 20 mm Denel Vektor G12 (Licensed copy of GIAT M693/F2) (B position)
2 x quad (8) MBDA Mistral TETRAL (rudal anti pesawat udara, ditempatkan didepan dan belakang)
4 x MBDA Exocet MM40 Block II (anti kapal permukaan)
2 x triple B515 launchers for EuroTorp 3A 244S Mode II/MU 90
Fasilitas penerbangan : Deck Helikopter

Sumber : 
- id.wikipedia.org
- news.detik.com
- artileri.org
- tribunnews.com

Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |