YON TAIFIB - BATALYON INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon | Pecinta Militer Pecinta Militer: YON TAIFIB - BATALYON INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Tuesday, 26 July 2016

YON TAIFIB - BATALYON INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon



TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Logo YonTaifib
Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi).
Sejak berdirinya KKO AL setiap penugasan dirasakan perlunya data-data intelejen, serta pasukan khusus yang terlatih dan mampu melaksanakan kegiatan khusus yang tidak dapat dikerjakan oleh satuan biasa dalam rangka keberhasilan tugas. Menjawab kebutuhan tersebut, pada tanggal 13 Maret 1961 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Komandan KKO AL No.47/KP/KKO/1961 tanggal 13 Maret 1961, tentang pembentukan KIPAM. Pada tanggal 13 Maret 1961, KIPAM berdiri dibawah Yon Markas Posko Armatim - I, para perintis berdirinya KIPAM adalah Bapak Sumardi, Bapak Untung Suratman, Bapak Moelranto Wiryohuboyo, dan Bapak Ali Abdullah. Pada
tanggal 25 Juli 1970 KIPAM berubah menjadi Yon lntai Para Amfibi. Tanggal 17 November 1971 Yon lntai Para Amfibi berubah menjadi Satuan Intai Amfibi, pada akhirnya berubah menjadi Batalyon lntai Amfibi atau disingkat Yon Taifib Mar dibawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir. Seiring dengan perkembangan Korps Marinir dengan peresmian Pasmar I SK Kasal No. Skep/08/111/2001 tanggal 12 Maret 2001 tentang Yon Taifib Marinir tidak lagi dibawah Resimen Bantuan Tempur Korps Marinir (Menbanpurmar), akan tetapi langsung berada dibawah Pasmar. Melihat lingkup penugasan serta kemampuannya, akhirnya Taifib secara resmi disahkan menjadi Pasukan Khusus TNI AL. Hal ini sesuai dengan SK Kasal No. Skep/1857/XI/2003 tanggal 18 November 2003 tentang Pemberian Status Pasukan Khusus kepada Intai Amfibi Korps Marinir.

TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Taifib

Yontaifib adalah salah satu unsur kekuatan strategis Korps Marinir dan TNI AL yang sejak awal selalu hadir dalam setiap penugasan baik operasi tempur, operasi khusus ataupun tugas operasi militer selain perang baik di dalam maupun di luar negeri. Beberapa tugas di dalam negeri misalnya pengangkatan enam jenazah pahlawan revolusi di lubang buaya, Operasi Trikora, Dwikora, Tumpas, Penumpasan PRRI/ Permesta dan PGRS (Sarutomo I. II dan III), Operasi Baruna Jaya, Satgas Badik, Keris, Rajawali I, II, III dan IV, Rencong Sakti, Mupe I dan II, Satgas Aru Jaya, Pam Pulau terdepan NKRI, Pam Wilayah Perbatasa Ambalat dan banyak lagi penugasan dalam negeri yang lain.  Sedangkan beberapa penugasan luar negeri antara lain yaitu Kontingen Garuda II (Kongo), Kontingen Garuda IV, V, VII (Vietnam), Kontingen Garuda VIII Rot 9 (Timur Tengah), Kontingen Garuda XII B dan D (Kamboja), Kontingen Garuda XIII (Lebanon), Operasi Pembebasan Sandera KM Sinar Kudus (Somalia) dan masih banyak lagi yang lain.
TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Taifib

REKRUTMEN
TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Taifib

Para personel Yontaifib dipilih melalui seleksi yang sangat ketat dari prajurit Marinir pilihan, atas dasar suka rela dari prajurit Korps Marinir (semua bagian tempur: Infanteri, Artileri, Kavaleri, Bantuan Tempur dan Pertahanan Pangkalan) yang sudah mempunyai Basic Tempur yaitu Pendidikan Dasar Kemiliteran, Pendidikan Keprajuritan Marinir, Pendidikan Taktik Operasi Darat, Pendidikan Komando Marinir (Dikko), Pendidikan Menembak Kualifikasi, Pendidikan Operasi Amfibi termasuk Raid Amfibi, Para Dasar (Paradas), Penyelaman, dan Free Fall. dengan  kemampuan intelektual dan fisik yang prima sesuai standar pasukan khusus. Misalnya Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Bagi yang memenuhi syarat, akan dilatih dengan keras selama 10 bulan bertempat (Base Camp) di Pusdik Marinir kemudian dilanjutkan Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Di Jawa Timur, Marinir tercatat mempuyai 8 Puslatpur (Pusat Latihan Pertempuran) di Grati, Pasuruan, Karang Tekok, Situbondo, Purboyo di Bantur, Malang, Asem Bagus, Situbondo, Banongan, Situbondo, Jampang Tengah, Sukabumi, Baluran, Banyuwangi, Selogiri, Banyuwangi.
TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Taifib
Mungkin semuanya juga dipakai untuk base camp oleh Marinir untuk melatih para calon prajurit Taifib ini. Karena disesuaikan dengan materi pendidikan yang diajarkan, Taifib juga mengikut sertakan pelatih dari setiap Batalyon Taifib, Perwira Batalyon Taifib termasuk Komandan Batalyon, dan Prajurit Senior Taifib untuk melatih para siswa Dik Brevet Taifibmar ini. Metode pelatihan Taifib sempat diklaim hampir sama dengan pelatihan Pendidikan Komando Kopassus TNI Angkatan Darat. Pendidikan dilakukan dengan berbagai tahapan, yang masing-masing berfungsi sebagai tolok ukur untuk dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahapan tersebut antara lain yaitu Tahap Pemantapan Basis, Tahap Aplikasi Lapangan, Hell Week, Tahap Komando Lanjutan, Tahap Laut Lanjutan, Sabotase dan Anti Sabotase, Inteljen dan Kontra Intelijen, Tahap Ketahanan Interogasi serta keparaan dan Accelerated Free Fall, setelah lulus semua tahap akan ditempatkan di Batalyon Taifib  dan mengikuti masa orientasi selama tiga bulan sebagai perkenalan dan penyesuaian terhadap satuan supaya siap untuk diterjunkan ke dalam berbagai penugasan. Tugas-tugas yang dibebankan kepada prajurit Yontaifib bersifat spesifik dalam menilai musuh, medan serta cuaca di daerah target. Para personel Yontaifib dituntut untuk mampu menguasai berbagai teknik iniltrasi atau eksfiltrasi khusus, baik lewat darat, laut atau udara.
TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Taifib
Dalam melaksanakan infiltrasi lewat darat, personel Yontaifib dituntut untuk memiliki kemampuan navigasi darat, membaca peta dan mengoperasikan GPS, Mountaineering (ascending and descending assault). Kemampuan Infiltrasi lewat media air yaitu Long Range Navigation di laut, infiltrasi melalui kapal selam pada tabung torpedo dan conning tower, selam tempur, heli water jump serta cast and recovery dari kapal cepat. Sedangkan kemampuan infiltrasi lintas udara yaitu personil Taifib dapat disusupkan dengan teknik mobud, fastrope, stabo, terjun tempur HAHO dan HALO. Ada lagi kemampuan yang lain yaitu teknik infiltrasi pasukan dan perlengkapan secara cepat ke daerah sasaran dengan perahu karet yang diterjunkan dari pesawat (Rubber Duck Operation), teknik ini sangat tepat digunakan bila infiltrasi dengan cara biasa tidak memungkinkan dengan pertimbangan waktu dan area Drop Zone (DZ) yang tidak layak, sehingga cara terbaik adalah penerjunan personil dan perlengkapannya di wilayah laut. Teknik penerjunan perahu karet ini juga bisa digunakan untuk operasi tugas kemanusiaan berupa SAR di tengah laut.

ATRIBUT
Personel Taifib berhak atas Brevet Intai Amfibi (Brevet Komando Hutan dan Brevet Para Dasar tidak digunakan lagi), Brevet Pandu Para, Brevet Free Fall, Mobile Udara, Menembak Tepat (Sniper) yang baru (jika naik kelas di kelas Senapan Pistol), Brevet Selam Tempur, Brevet Renang Selat dan Brevet lain yang berhak digunakan personel Taifib yang diperoleh dari paket Pendidikan Taifib. Korps Marinir.
TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Taifib

Baret Prajurit
Pemakaian Baret Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL tetap berwana Ungu, yang membedakan prajurit Marinir biasa dengan Taifib hanya di Baret Prajurit Intai Amfibi ada Brevet “Tri Media” di samping Pataka Korps Marinir.



Komandan 

Danyon Taifib 1/Marinir (Surabaya)

    Kapten KKO Winanto (1965)
    Mayor KKO Arthur Solang (1977-1982)
    Letkol Mar Chaidier Patonnory
    Letkol Mar Kasirun Situmorang, SH. (2000-2001)
    Letkol Mar Nur Alamsyah, M.Tr. (Han) (2008-2009)
    Letkol Mar Nur Aziz (2009-2010)
    Letkol Mar Feryanto Marpaung (2010-2010)
    Letkol Mar Kresno Pratowo (2010-2012)
    Letkol Mar Bambang Wahyuono (2012-2012)
    Letkol Mar Edi Cahyanto (2012-2013)
    Letkol Mar Freddy Ardianzah (2013-2015)
    Letkol Mar Rivelson Saragih (2015-2016)
    Mayor  Mar Alim Firdaus (2016-2017)
   Letkol Mar Joko Fitrianto (2017-)

Danyon Taifib 2/Marinir (Jakarta)
    Letkol Mar Nur Alamsyah, M.Tr. (Han) (2008)
    Letkol Mar Supriyono (2010-2010)
    Letkol Mar Edy Cahyanto (2010-2010)
    Letkol Mar Nanang Saefullah (2012-2012)
    Letkol Mar Ena Sulaksana (2012-2013)
    Letkol Mar Samson Sitohang, S.I., (2013-2015)
    Letkol Mar Carles Arianto Lumban Gaol (2015-2016)
    Letkol Mar Rino Rianto M. TR. Hanla (2016-2017)
    Mayor  Mar Mahfud Dwi Hafinanto, S.H., M. Tr Hanla (2017-)


5 KEMAMPUAN KHUSUS
TAIFIB - INTAI AMFIBI MARINIR – Indonesian Marine Force Recon
Taifib

1.    Mampu melaksanakan tugas secara berdiri sendiri saat jauh dari induk pasukan dengan kemampuan survive untuk waktu yang lama
2.    Melawan musuh dengan membantu mengarahkan senjata bantuan infanteri dan artileri
3.    Melaksanakan operasi hingga jauh ke belakang garis pertahanan musuh guna mengumpulkan data tentang komposisi dan disposisi musuh serta melaksanakan operasi tempur terbatas
4.    Melaksanakan pengintaian medan-medan khusus
5.    Melaksanakan operasi-operasi khusus maupun pertempuran yang bersifat non-konvensional (Unconventional Warfare)

PERLENGKAPAN DAN PERSENJATAAN


Personel Taifib dilengkapi dengan perlengkapan khusus yang disesuaikan dengan medan tugas dan media infiltrasi. Untuk infiltrasi atas permukaan menggunakan perahu karet tipe M7, M9, M11 serta perahu cepat RHIB (Sea Rider). Sedangkan untuk bawah permukaan menggunakan kendaraan bawah air, open and closed circuit diving gear untuk selam tempur. Sedangkan untuk lintas udara menggunakan parasut MT1S, MT1X dan MT1XX melalui terjun tempur dengan teknik HAHO dan HALO, sedangkan untuk melaksanakan misi-misi khusus menggunakan parasut cepat jenis interceptor dan Parafoil 252/ 282. Beberapa persenjataan yang digunakan antara lain yaitu Senapan Serbu standar TNI SS1 Mar, SS1 V1, SS1 V2, SS2 V1, FNC, ARM 1F, HM16 A4; Submachine Gun MP5 SD, MP5 A3, MP5 CA5, MP5 A5, K7, UZI, Ultimax 100;  Sniper Rifle NTW 14,5 dan 20 mm dan Truvelo;  Pelontar Granat SPG1A, MSGL MK1, AGL MK1, RPG 2, GP-25 Kostyor;  Pistol P226 SiG Sauer, P226 R, P88, P2, Bull Cheroke FS dan Bull Cheroke Specops.


 Sumber :
- Majalah Commando Edisi No. 5 Th. IX 2013
- id.wikipedia.org
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |