SUKHOI Su-35S FLANKER Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan | Pecinta Militer Pecinta Militer: SUKHOI Su-35S FLANKER Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Saturday, 16 July 2016

SUKHOI Su-35S FLANKER Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan

Secara fakta ada dua pesawat tempur dari tipe yang sama dan memiliki desainasi sama. Su-35 pertama sudah terbang sejak Juni 1988 dan merupakan kode pabrikan untuk versi ekspor. Sementara varian resminya (nomenklatur inventori AU Rusia) adalah Su-27M.
SUKHOI Su-35S FLANKER  Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
Su-35 BM Sumber gbr. onfinalblog.com
Su-27M/Su-35 dikembangkan berbasis Su-27S (Flanker-B) berkursi tunggal yang merupakan Su-27 standar produksi generasi pertama. Su-27M/Su-35 mengusung mesin baru yang lebih bertenaga tetapi lebih irit bahan bakar dan jangkauan terbang yang lebih jauh serta manuver yang lebih lincah  berkat rasio daya dorong perberat yang meningkat dan dibekali perangkat avionik yang lebih baik. Su-27m/Su-35 sempat diproduksi dalam jumlah terbatas, beberapa diantaranya ikut dalam tim aerobatik Russkiye Vityazi (Russian Knight), yang saat itu juga sudah memakai Su-27S dan Su-27UB (tandem seater).
Su-27m/Su-35 hanya sempat dibuat satu unit varian kursi ganda yaitu Su-35UB, namun ta pernah tercatat dalam dinas aktif AU Rusia. Salah satu prototype Su-27m/Su-35 kemudian dimodifikasi dan dikonversi menjadi Su-37 (oleh media barat dijuluki Terminator) dengan mesin Lyulka Saturn AL-31FP (FP singkatan dari Forsazhnyy Povorotnyy / Rotating Afterburner) yang dilengkapi sistem kendali nosel pengarah dorongan gas buang ata TVC (Thrust-Vectoring Control). Tercatat hanay ada dua unit Su-37 yang dibuat dan berdemo terbang di beberapa airshow ternama termasuk Farnborough Airshow 1996, Su-37 juga tidak masuk jalur produksi karena hanya dipakai sebagai peraga teknologi (technology demonstrator) saja.

SUKHOI Su-35S FLANKER  Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
Su-35  Sumber Gbr. immortaltoday.com
Pada tahun 2003, atas inisiatif dan dana internal (bukan pesanan atau dana dari pemerintah Rusia) Sukhoi JSC memulai pengembangan varian generasi lanjut Su-27 dengan penekanan pada Manuverabilitas dan Avionik. Hasilnya yaitu prototype Su-35BM (Bolshaya Modernizatsiya / Big Modernization)yang terbang perdana 19 Februari 2008 dari landas pacu komplek LIIMG (Lotno-Issledovatelskiy Institut Imeni Gromova) alias Gromov Flight Reserach Institute di Zhukovsky dan di piloti oleh Sergei Bogdan, salah satu pilot uji andalan Sukhoi. Su-35BM resmi ditawarkan di pasar fighter ala November tahun yang sama sebuah model Su-35 dipamerkan di stand KNAAPO (Komsomolskoye-Na-Amure Aviatsionnoye Proizvodstvennoye Obyedineniye) di Dubai Airshow, tapi baru pada Paris Airshow 2013,Su-35S unujuk gigi dengan demo terbang yang mengguncang langit Le bourget, Paris. Tidaklah salah jika sejak Agustus 2009 pemerintah Rusia telah memesan sebanyak 48 unit Su-35S (desainasi resmi AU Rusia) , pesanan ini bisa bertambah sambil menunggu kedatangan T-50 PAK-FA.
Dibanding Su-27,
Su-35S telah mengalami banyak perubahan dan peningkatan, antara lain yaitu:
- Di bagian atas hidung tidak hanya terpasang IRST, tapi juga bukaan (aperture) untuk infra merah pendeteksi rudal, yaitu MAWS (Missile Approach Warning Sensor) , satu diantara enam aperture yang terpasang di beberapa titik strategis yang melingkupi seluruh sektor di sekitar pesawat.
- Roda pendarat depan Su-35S berkonfigurasi roda ganda (twin wheel) bersisian, dibanding roda tunggal Su-27.
- Rem udara yang berukuran besar terpasang di bagian punggung atau dorsal airbrake (mirip pada F-15 Eagle dan menjadi ciri khas keluarga Flanker) dihilangkan pada varian Su-35S, yang otomatis menghilangkan sistem penggeraknya, sehingga mendongkrak kapasitas ruang dalam body yang dimanfaatkan untuk menambah 22 % kapasitas bahan bakar internal menjadi 11.500 kg atau sekitar 14.375 liter dari Flanker generasi awal.
- Bagian lubang intake Su-35S dikatakan sedikit lebih lebar walaupun dalam hitungan centimeter saja.
- Sirip ekor vertikal ganda (twin vertical tailfin) juga sedikit lebih pendek dibanding Su-27 dengan bilah rudder Su-35S lebih besar. Gerakan bilah rudder Su-35 juga bisa berbeda arah  (differential deflection), sehingga bisa difungsikan sebagai rem udara pengganti dorsal airbrake.
- Cerobong mesin (nozzle) dilengkapi pengarah dorongan gas buang atau TVC yang meningkatkan manuverabilitas atau kelincahan pesawat terutama pada rentang kecepatan rendah.
- Sepasang mesin AL-41F1S (izdeliye 117S) memiliki daya dorong 16% lebih besar daripada mesin seri AL-31 pada Flanker generasi sebelumnya. Izdeliye 117S juga diklaim oleh pabrikan memiliki TBO (Time Between Overhaul) serta umur pakai yang lebih panjang dibanding Su-27.
- Service life berkisar 4.000 jam untuk pemakaian normal menurut klaim pabrikan, walaupun belum terbukti.
SUKHOI Su-35S FLANKER  Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
Su-35S  Sumber Gbr. rt.com

- Dengan daya mesin yang besar, Su-35S mampu melaju hingga Mach 2.3 juga memampukan Su-35 melaju sedikit diatas kecepatan suara (sekitar Mach 1.1) tanpa menggunakan afterburner atau fitur yang dikenal dengan supercruise, walaupun dalam waktu yang terbatas.
- Airframe mengalami perkuatan dengan material baru, sehingga usia airframe menjadi lebih lama.
- Su-35S yang juga berjuluk Super Flanker juga dilengkapi dengan sistem jaringan pipa bahan bakar tambahan sehingga mampu membawa bahan bakar eksternal (drop-tank) dibawah sayap, satu fitur baru dalam keluarga Flanker.
- Aplikasi quadruple-redundant digital fly-by-wire system untuk sistem kendali terbang lengkap dengan komputer pemroses yang baru dengan kecepatan processing lebih tinggi, mirip dengan yang teraplikasi pada F-15SA, sistim FBW full digital memampukan pesawat tempur bermanuver lincah hingga ke batas rentang kemampuan terbangnya dengan resiko lost of control sangat minimal kecuali ada kerusakan simultan pada sistem berlapis dan komputernya.
- Seperti pada Flanker lama, Su-35S dilengkapi kombinasi sensor aktif dan pasif  tapi dengan level kecanggihan lebih tinggi, misal sensor aktif berupa radar jenis PESA yaitu N135 Irbis-E (Snow Leopard) buatanNIIP (Nauchno-Issledovatelsky Institut Priborostroyeniya / Scientific Research Institute of Instrument Design) Tikhomirov. Walaupun belum bertipe AESA bukan berarti NIIP Tikhomirov tidak serius mengembangkan radar yang merupakan peningkatan dari N011M Bars (Leopard) yang terpasang pada Su-30MK/MKI. Radar Irbis-E memiliki jangkauan deteksi maksimum hingga 400 km untuk target seukuran fighter (non stealth), sekilas tidak jauh beda dengan Bars, tapi Irbis-E memiliki sapuan dengan rentang frekuensi lebih lebar sehingga mempersulit upaya pengacakan elektronik oleh lawan.
SUKHOI Su-35S FLANKER  Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
Su-35S Sumber Gbr. ausairpower.net

Sementara sensor pasif berupa IRST yang terpasang diatas hidung dibagian depan kanopi yaitu OLS-35 lansiran NPK-SPP (Nauchno Proizvodstvennaya Korporatsiya Sistemy Pretsizionnogo Priborostroeniya / Scientific and Production Corporation Precision Instrument System), bisa dibilang ini merupakan anomali karena perangkat IRST untuk Flanker generasi sebelumnya menggunakan buatan UOMZ (Uralskiy Optiko-Mekhanicheskiy Zavod / Ural Optical-Mechanical Plant). OLS-35 terdiri dari kamera infra-red imaging dan elektro optik serta laser rangefinder dan target designator. Pesawat tempur sebesar Su-3o bermesin ganda bisa dilacak dari jarak sekitar 35 km dengan posisi berhadapan atau head-on atau bahkan 90 km dengan posisi tail-on, dimana emisi panas mesin lebih besar. Untuk misi serang darat, khusunya operasi diketinggian rendah, posisi OLS-35 yang berada diatas hidung dianggap kurang efektif sehingga perangkat serupa dipasang pada pod penjejak target (targeting pod) dibawah body pesawat. OLS-35 dapat menjejak empat target sekaligus tanpa perlu menghidupkan radarnya, sehingga mempertinggi efek pendadakan.
- Su-35S dibekali perangkat perang elektronik yang terintegrasi dengan pendeteksi ancaman, pemancar sinyal elektronik pengacak maupun lawan-acak (countermeasure) serta pelontar suar pengecoh (chaff and flare dispenser) yaitu UV-50 yang berkapasitas 14 cartridges. Perisai andalan Su-35 adalah Khibiny-M yang merupakan perangkat ECM (electronics countermeasure) buatan KNIRTI (Kaluzhsky Nauchno-Issledovatelsky Radiotekhnichesky Institut / Kaluga Scientific Research Radio Technical Institute).
SUKHOI Su-35S FLANKER  Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
Su-35 Super Flanker  Sumber Gbr. commons.wikimedia.org

- Tiga pendeteksi ancaman, yaitu :
   1. MAWS (Missile Approach Warning Sensor) dengan enam detektor (depan kopit, belakang kokpit, bagian bawah bodi) yang mampu mendeteksi peluncuran rudal hanud panggul (MANPADS) dari jarak 10 km, rudal udara ke udara dari jarak 30 km, maupun rudal hanud darat ke udara jarak menegah dari jarak 50 km.
   2. Laser Warning Sensor yang masing-masing sebuah diposisikan di samping bagian depan dekat hidung pesawat, mampu mendeteksi penjejakan oleh perangkat laser rangefinder lawan dari jarak 30 km.
   3. Radar Warning Receiver (RWR) L150-35 pastel yang juga digunakan oleh beberapa pesawat tempur Rusia lainnya, dan mempunyai keistimewaan bisa digunakan sebagai perangkat penuntun rudal antiradar (anti radiation missile) seperti Kh-31P, yaitu varian anti radar dari rudal berkecepatan tinggi Kh-31( AS- 17 Krypton).
Detektor pada nomer 1 dan 2 diatas dibuat oleh NPK-SPP, sedangkan nomer 3 dibuat oleh TKBA (Tsentralnoye Konstruktorskoye Byuro Avtomatiki / Central Design Bureau of Automatics).
SUKHOI Su-35S FLANKER  Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan
Su-35S   Sumber Gbr.  rt.com

Jika Su-35 menjalankan misi khusus yang memerlukan tingkat kapabilitas ECM lebih tinggi, tersedia pod pengacak tambahan yang dipasang pada cantelan di ujung sayap (wingtip station). Pod ini sering keliru disebut media sebagai Khibiny ECM Suites, padahal pod ini hanya satu bagian dari keseluruhan system Khibiny-M.
Masalah persenjataan, semua senjata yang diusung oleh keluarga Flanker bisa diaplikasikan pada Su-35, dengan avioniknya yang bersifat open architecture (standar Rusia), beberapa rudal yang masih dalam taraf pengembangan juga bisa diintegrasikan pada Su-35S. Dan Su-35 menyediakan opsi HMCS atau Helmet-Mounted Cueing System alias perangkat pembidik pada helm pilot.

Sumber :
-  Majalah ANGKASA  Edisi koleksi The Latest Generation of Jet Fighter
-  en.wikipedia.org
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |