SAAB JAS-39E/F Gripen (Gripen Next Generation) | Pecinta Militer Pecinta Militer: SAAB JAS-39E/F Gripen (Gripen Next Generation)
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Saturday, 16 July 2016

SAAB JAS-39E/F Gripen (Gripen Next Generation)

JAS-39NG Gripen   Sumber Gbr.   forum.contatoradar.com.br
Swedia sejak tahun 1930 an telah muncul kesadaran untuk kemandirian dalam kepemilikan senjata, dengan kesadaran itulah Svenska Aeroplan AktieBolaget (Swedish Aeroplane Corporation) atau kemudian lebih dikenal dengan SAAB.
JAS-39NG Gripen   Sumber Gbr.  en.wikipedia.org
Spesifikasi kebutuhan Flygvapnet (AU Swedia) adalah pesawat penempur ringan bermesin tunggal yang mampu melaksanakan tiga peran sekaligus, yaitu tempur (Jakt), serang darat (Attack), dan intai taktis (Spaning), dan ketiga huruf awal tiga peran dalam bahasa Swedia tersebut yang kemudian menjadi nama resmi penempur generasi baru tersebut, yaitu JAS-39 Gripen. Selain mampu melaksanakan tiga peran diatas tersebut, AU Swedia menuntut kemampuan lepas landas, mendarat dan dimuat ulang di landasan kecil bahkan dari jalan raya standar nasional Swedia. Syarat tersebut didukung oleh Pemerintah Swedia, sejak era Saab 37 Viggen, penempur bercanard tersebut sering berlatih memakai jalan raya sebagai basis udara terbatas yang tersebar (dispersed
limited airbase). Flygvapnet memilih mesin tunggal selain untuk menekan biaya operasional, juga karena pesawat penempur tersebut berdimensi kecil. Mesin Gripen yaitu RM12 buatan Volvo Flygmotor (sekarang Volvo Aero/ GKN Aero) adalah derivat dari mesin General Electric F404-GE-400 buatan AS yang mentenagai F/A-18A/B/C/D Hornet. Sebenarnya Swedia mampu mengembangan mesin, tapi hal tersebutdilakukan untuk menghemat biaya dan waktu.
Nama Gripen (Griffin atau Gryphon) adalah nama mahluk dalam legenda Yunani yang bertubuh dan berekor singa, tapi bersayap dan berkepala rajawali, dan kaki depannya memiliki cakar panjang yang tajam. Selain mencerminkan karakter buas, makhluk tersebut menggambarkan penggabungan multiperan dalam satu pesawat. Prototype Gripen pertama kali terbang pada 9 Desember 1988. Sebuah kecelakaan fatal yang terjadi walaupun pilot selamat, membuat software untuk flight control harus dimodifikasi. Setelah waktu pengembangan yang panjang, pada 1996 JAS 39 Gripen masuk dinas operasional dalam dua varian : JAS-39A (Single seater) dan JAS-39B (Tandem seater) yang berukuran sedikit lebih panjang untuk mengakomodasi kursi kedua dan tidak dilengkapi dengan kanon internal seperti pada varian single seater.

JAS-39NG Gripen  Sumber Gbr.  en.wikipedia.org
Untuk mengekspor Gripen ke pasar internasional menghasilkan varian JAS-39C varian single seater dan JAS-39D varian tandem seater, atau sering disebut Gripen C dan Gripen D. Gripen C/D telah dibeli oleh Hungaria, Republik Czech, Afrika Selatan dan Thailand, Untuk Hungaria dan Republik Czech,  sebenarnya pengadaan tersebut bukan pembelian murni, tetapi sewa jangka panjang lengkap dengan dukungan pemeliharaan (long-term leasing full with support) dan diakhir masa sewa, kedua negara tersebut mendapat hak opsi untuk membeli dengan harga miring.
Untuk terus mengikuti perkembangan tenologi, bagian litbang SAAB terus mengekploitasi teknologi dan fitur terbaru, sehingga ketika pada tahun 2007 pemerintah Swedia mengumumkan keinginan mencari alternatif peningkatan Gripen eksisting (membuat varian baru atau major upgrade), SAAB segera membuat demonstrator untuk pengujian sekaligus promosi tidak hanya untuk pemerintah Swedia, tetapi juga internasional.
JAS-39NG Gripen  Sumber Gbr.  en.wikipedia.org
Umumnya media menyebut prototype Gripen yang dinamakan Gripen NG (Next Generation) itu berbasis pada JAS-39D, tetapi sebenarnya dibuat dari JAS-39B tandem seater dengan nomor seri produksi 39803 eks AU Swedia (registrasi 39-7). Gripen NG yang mengudara sejak 2008 tersebut dipakai untuk platform pengembangan  berbagai sistem termasuk mesin dan avionik baru. Gripen NG tersebut kemudian mendapat desainasi lanjutan JAS-39E untuk single seater dan JAS-39F untuk tandem seater, atau dikenal dengan Gripen E dan Gripen F. Perubahan pada Gripen NG adalah perubahan radikal pada struktur pesawat, tepatnya dibagian tengah tempat roda pendarat utama, pada Gripen NG, main landing gear digeser kearah luar (jarak antara keduanya diperlebar) dengan konsekuensi ada penambahan ruang semacam fairing dibawah pangkal sayap. Penggeseran ini juga membuat Gripen NG atau E/F tersebut bisa dipasangi dua hardpoints dibawah perutnya yang pada Gripen A/B/C/D hanya ada satu. Struktur airframe juga diperkuat sehingga MTOW naik menjadi 16.500 kg (Gripen C/D 14.000). Akibat pergeseran, pelipatan roda mengayun kearah luar (sayap), bukan kearah body seperti varian lama. Penambahan ruang dalam juga berefek positif bagi penambahan kapasitas tangki bahan bakar internal, hal yang dianggap sebagai titik lemah Gripen selama ini.
JAS-39NG Gripen   Sumber Gbr.   maxdefense.blogspot.com
Karena MTOW meningkat, maka untuk mempertahankan manuverabilitasnya, Gripen E/F pun ditenagai oleh mesin yang lebih besar. Pilihan jatuh pada General Electric F414-GE-400 yang mentenagai F/A-18E/F Super Hornet dan EA-18G Growler. Mesin ini dimodifikasi khusus untuk pemakaian single-engine fighter (Super Hornet dan Growler bermesin ganda), sehingga desainasinya berubah menjadi F414G. Berita terbaru menyatakan bahwa Swedia sedang mempertimbangkan apakah akan memodifikasi RM1 2 dengan teknologi serta racikan Swedia sendiri dengan target performa mesin kurang lebih sama dengan F414G. Untuk menyesuaikan dengan standar NATO, Gripen E/F dibekali dengan wiring kompatibel MILSTD1760-Class2 di semua cantelannyauntuk menjamin semua senjata standar NATO dapat ditenteng. Walaupun tetap dibekali dengan sistem data-link khas Swedia yaitu TIDLS (Tactical Information DataLin System), Gripen E/F juga kompatibel dengan Link-16 MIDS standar NATO. Seperti umumnya pesawat tempur Gen 4+, pada Gripen E/F juga dipasangi highly-integrated electronic warfare suite yang terdiri dari integrasi RWR, MAW (Missile Approach Warning), ECM dan ESM yang secara otomatis terhubung dengan dispenser chaff dan flare.
Untuk sensor, Gripen E/F dibekali radar yang sudah berteknologi AESA yaitu ES-05 Raven buatan Selex ES. Berbeda dengan Gripen C/D Gripen E/F juga dibekali sensor pasif berupa IRST Skyward-G yang juga merupakan lansiran Selex. Juga dikembangkan perangkat HMCS (Helmet-Mounted Cueing System) Cobra buatan BAE Systems. Walaupun kemampuannya meningkat, harga Gripen E/F ini diklaim tidak jauh beda dengan varian C/D.


Sumber :
-  Majalah ANGKASA  Edisi koleksi The Latest Generation of Jet Fighter
-  en.wikipedia.org





Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |