HERMANN-BERNHARD RAMCKE General der Fallschirmtruppe | Pecinta Militer Pecinta Militer: HERMANN-BERNHARD RAMCKE General der Fallschirmtruppe
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Sunday, 10 July 2016

HERMANN-BERNHARD RAMCKE General der Fallschirmtruppe


HERMANN-BERNHARD RAMCKE General de Fallschimtruppe
Hermann-Bernhard Ramcke

Adalah seorang Jenderal yang ikut aktif dalam membesarkan Fallschirmjäger, Pasukan LINUD NAZI Jerman era Perang Dunia II  dan berperan dalam memimpin operasi lintas udara untuk merebut Pulau Kreta, Yunani tahun 1941. Atas jasa serta keberaniannya, Ramcke menjadi salah satu dari hanya 27 orang penerima “Ritterkreuz mit Eichenlaub, Schwerten und Brillianten penghargaan yang prestisius dalam jajaran Pasukan Nazi Jerman.

 Hermann-Bernhard Ramcke lahir pada 24 Januari 1889 di Schleswig dari sebuah keluarga keturunan petani. Saat berusia 16 tahun, ia memilih menjadi tentara dan mendaftar sebagai kadet Angkatan Laut Jerman  dan diterima sebagai Schiffsjunge (Ship’s Boy) dan penugasan pertamanya di kapal latih Stosch dan kapal latih Moltke. Setelah dua tahun menimba ilmu dan pengalaman di kapal latih itu, Ramcke menerima promosi menjadi anak buah kapal dan ditugaskan pada kapal penjelajah ringan Medusa tahun 1907, dan setahun kemudian mendapat kesempatan untuk mengikuti pendidikan sekolah artileri Angkatan Laut di Sonderburg, dan diselesaikan hampir bersamaan dengan kenaikan pangkatnya menjadi  tamtama pelaut pada 1909. Hingga pecah Perang Dunia I, Ramcke telah empat kali berpindah tugas mulai dari kapal penjelajah Undine, Blücher, Wettin serta kapal penjelajah lapis baja Prinz Adelbert , dan pada awal Perang Dunia I, Ramcke mengikuti kursus singkat  pada Sekolah Calon Perwira Geladak dan Perwira Teknik Kapal, dan meneruskan dinasnya di kapal penjelajah lapis baja Prinz Adelbert setelah menamatkan kursus singkat tersebut. Tahun 1915 meraih promosi menjadi bintara laut dan ditugaskan menjadi salah satu komandan regu di kompi ke-12 pada Resimen Matrose ke-2 yang diterjunkan ke Flanders, Belgia. Pasukan ini terdiri dari prajurit infanteri, marinir dan artileri yang bertugas merebut wilayah pantai Belgia dan gerak maju pasukan AD Jerman. Saat terlibat pertempuran selama sekitar 36 jam di daerah Rodeport pada April 1916, Ramcke terluka cukup parah akibat terkena serpihan granat dan dilarikan ke rumah sakit. Atas keberaniannya tersebut, ia mendapat penghargaan Iron Cross 2nd Class.
HERMANN-BERNHARD RAMCKE General de Fallschimtruppe
Hermann-Bernhard Ramcke
Dalam masa pemulihan akibat lukanya tersebut, kembali ia meraih penghargaan Iron Cross 1st Class yang langsung disematkan oleh Komandan Resimen Matrose ke-2,  Oberst Von Reck, sekaligus menerima kenaikan pangkat sebagai deputi perwira. Tahun 1917 ia ditugaskan kembali menjadi Komandan Peleton pada Batalyon Pasukan Pemukul Marinir dan terlibat dalam pertempuran di Dixmude, St. Joris, The Gent-Bruges Canal dan Leischoot. Pada pertempuran di Leischoot  ia sebenarnya  mendapat rekomendasi untuk meraih penghargaan Knight Cross, tetapi dibatalkan karena Jerman menandatangani gencatan senjata pada November 1918, saat PD I berakhir, Ramcke masih terbaring di rumah sakit akibat luka pada pertempuran di Leischoot. Sebagai penghargaan, ia hanya mendapat percepatan kenaikan pangkat dari Leutnant der Marine-Infanterie (setara Letnan Dua Marinir) menjadi Oberleutnant  der Marine-Infanterie (setara Letnan Satu Marinir).
Ramcke mulai bertugas kembali pada awal 1919 di Batalyon yang berkedudukan di Kiel, menjadi komandan kompi dai satuan Freikorps “Von Brandis” yang dipimpin oleh Hauptmann Corpt Von Brandis dan ikut ambil bagian dalam kampanye di wilayah Baltik (Latvia, Lithuania dan Estonia) sampai akhir tahun 1919.
Awal 1920 Ramcke dipindah tugas ke Angkatan Darat Jerman dan menjadi komandan peleton di Resimen Reichswehr-Schϋtzen ke-1 pada Brigade Reichswehr ke-1. Setahun kemudian dipindah ke Resimen Infanteri Prussia ke-1 menjadi perwira operasi dan perwira perhubungan , dan karirnya di perhubungan berlanjut setelah ia menamatkan kursus singkat perwira perhubungan di Jüterborg, Juni 1921. Tahun 1927 naik pangkat sebagai Hauptmann (setara Kapten) dan memperoleh jabatan sebagai komandan kompi 11 di Resimen Infanteri Prussia ke 2, dan tahun 1934 mendapat promosi sebagai Komandan Batalyon ke-3 pada Resimen Infanteri “Allenstein” dengan pangkat Mayor, dan tahun berikutnya dipercaya sebagai Komandan Batalyon ke-2 pada Resimen Infanteri ke-3.
Sebelum pecah PD II, Ramcke yang telah berpangkat Oberstleutnant (setara Letnan Kolonel) sempat bertugas menjadi instruktur di Heeresdienststelle (Pusat Komando Angkatan Darat Jerman) di Breslau, menjadi perwira staf di Pusat Pendidikan Pasukan di Groβborn dan menjadi Komandan Pusat Pendidikan Pasukan di Zeithain bei Riesa. Ketika Pasukan Nazi Jerman menginvasi Polandia September 1939, Ramcke sedang bertugas sebagai perwira pada Korps Infanteri Mekanis ke-22 (General der Kavalerie Ewald von Kleist Mechanized Army Corps XXII), dan memimpin pasukan ke wilayah Maglerow, Polandia dan berhasil merampas beberapa unit kendaraan, persenjataan serta amunisi dari satu kompi pasukan Polandia yang menyerah , sehingga awal 1940 ia dipromosikan menjadi Komandan Resimen Infanteri ke-401 yang berada dibawah komando Divisi Infanteri ke-170.

KARIR DI FALLSCHIRMTRUPPE

Agustus 1940, Ramcke resmi dipindahkan ke Luftwaffe, Angkatan Udara Jerman dengan pangkat Oberst (setara Kolonel) seiring dengan penugasannya secara rangkap sebagai perwira menengah di Divisi Flieger ke-7 dan menjadi perwira instruktur di Parachute School III, Braunschweig-Broitzem. Pada saat itu Ramcke baru saja meraih wing dan badge kualifikasi para di usia ke 51 saat resmi bergabung dengan Fallschimtruppe (Pasukan Payung AU Jerman).
Divisi Flieger ke-7 merupakan divisi payung Linud pertama yang dibentuk  AU Jerman tahun 1938 dan dipimpin oleh Mayor Jenderal Kurt Student,  yang dikenal sebagai “Bapak Pasukan Payung Jerman”atas jasanya merintis pembentukan pasukan tersebut. Divisi ini terdiri dari Resimen Para ke-1 dan Resimen Para ke-2. Menjelang akhir tahun 1940 Ramcke ditarik menjadi perwira staf pada Resimen 1 Fallschimjäger dan ikut serta dalam program pengembangan senjata untuk para personel pasukan payung tersebut. Ditengah tugasnya sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan XI Flieger-Korps, Ramcke ditugaskan untuk memimpin Resimen 1 Fallschimjäger sebagai kekuatan penyerbu dalam Operasi Mercury untuk Merebut Pulau Kreta, Yunani pada Mei 1941. 
HERMANN-BERNHARD RAMCKE General de Fallschimtruppe
Hermann-Bernhard Ramcke di Pulau Kreta, Yunani 1941
Sepulangnya dari Yunani, Ramcke yang telah berpangkat Mayor Jenderal diminta untuk membantu sebagai perwira tinggi instruktur pada Divisi Pasukan Payung Italia yang merencanakan invasi gabungan ke Malta bersama Fallschimjäger yang bertajuk Operasi Hercules. Fallschimjäger juga membentuk brigade khusus bersifat ad-hoc dengan anggota para personel elit veteran Operasi Mercury untuk diterjunkan dalam Operasi Hercules. Brigade ini bernama Fallschimjäger-Brigade 1 atau Fallschimjäger-Brigade Ramcke karena dipimpin oleh Mayor Jenderal Hermann-Bernhard Ramcke. Pasukan ini terdiri dari empat jäger Battalion (Batalyon Pemburu), satu Batalyon Artileri Medan, satu Kompi Senjata Anti-Tank dan satu Peleton Perhubungan dan Zeni. Tetapi Operasi Hercules batal digelar, dan April 1942 Ramcke bersama brigadenya diterjunkan ke Afrika  menjadi Counterpart dari Deutsches Afrika Korps pimpinan Generalfeldmarschall Erwin Rommel yang sukses dalam gerakan ofensif di wilayah Gazala.
HERMANN-BERNHARD RAMCKE General der Fallschirmtruppe
Inspeksi terakhir Fallschirmjäger-Brigade Ramcke sebelum diberangkatkan ke Afrika
Fallschimjäger-Brigade Ramcke kemudian dikenal sebagai Fallschimjäger-Brigade Afrika, karena bertempur di front Afrika dan menjadi lawan tangguh bagi Pasukan SAS Inggris dan sukses dalam posisi defensif di El Alamein dan menjadi ujung tombak untuk menembus pertahanan pasukan Inggris di dekat Terusan Suez. Ramcke mendapat Julukan “Vater Ramcke” atau “Papa Ramcke” dari anak buahnya karena kepribadiannya yang hangat dan menghargai anak buah. Setelah selesai di Afrika, November 1942 Ramcke ditarik kembali ke Jerman dan Fallschimjäger-Brigade Afrika dipimpin oleh Oberstleutnant Hans Kroh dan berganti nama menjadi Luftwaffen-jäger-Brigade 1. Hans Kroh adalah komandan  di Batalyon di brigade ini saat Ramcke menjadi komandannya. Atas jasa dan pengabdiannya di Afrika, Ramcke menerima penghargaan Ritterkreuz mit Eichenlaub (Knight Cross with Oakleaves)yang langsung disematkan oleh Hitler sendiri dan kemudian pangkatnya naik menjadi Generalleutnant (Letnan Jenderal)

Juli 1943, pemimpin Italia Benito Mussolini diganti oleh Marshal Pietro Badoglio, menimbulkan ketidak pastian sikap Italia untuk terus berperang atau menyerah pada Sekutu, dan Komando tertinggi Pasukan Nazi Jerman memutuskan melakukan rencana kontinjensi dengan mengirimkan militernya untuk mencegah Italia berpihak pada Sekutu. Salah satu pasukan yang diturunkan ke Italia adalah 2nd Fallschimjäger-Division dipimpin oleh Generalleutnant Ramcke, yang tiba bersama pasukannya di dekat Roma menjelang akhir Juli 1943 dan mengamankan wilayah sekitar Roma bersama 3rd Panzer Grenadier Division pimpinan Generalleutnant Fritz-Hubert Graeser.
Pada 8 September 1943 diumumkan gencatan senjata antara Italia dengan sekutu, maka Ramcke bersama pasukannya ditugaskan ambil bagian dalam Operasi Axis untuk mengamankan dan menguasai wilayah Italia. 2nd Fallschimjäger-Division mendapatkan perlawanan dari Korps Infanteri Mekanis dipimpin Jenderal Giacomo Carboni yang mempertahankan kota Roma, setelah Ramcke berhasil menembus pertahanan kota Roma, Ramcke dan pasukannya berhadapan dengan Pasukan sekutu yang baru saja diterjunkan ke Italia.
Akhir  September 1943 Ramcke mengalami kecelakaan kendaraan akibat serangan pesawat pembom Pasukan Sekutu dan harus menyerahkan jabatan sebagai pimpinan 2nd Fallschimjäger-Division kepada Mayor Jenderal Walter Barenthin, dan segera diterbangkan ke Dresden untuk menjalani perawatan di rumah sakit. Saat pemulihan kesehatan, ia menerbitkan buku memoarnya  yang berisi kisah perjalanan karirnya sejak mulai bergabung dengan Angkatan Laut Jerman saat masih remaja hingga mendapatkan penghargaan Knight Cross with Oakleaves atas prestasinya di front Afrika. Setelah pulih, pada Februari 1944  Ramcke memimpin kembali 2nd Fallschimjäger-Division yang baru saja kembali dari Rusia dan mengalami reorganisasi dan konsolidasi kekuatan di Wahn, kota dekat KÖln.

Akhir Perang Dunia II

6 Juni 1944, Pasukan Sekutu berhasil mendarat di Normandia, dan oleh Komando Ttertinggi Pasukan Nazi, Ramcke diperintah untuk mempertahankan Brest, sebuah kota pelabuhan strategis, terletak di ujung barat laut Perancis, dua bulan kemudian, pada Agustus 1944 Ramcke diangkat menjadi Komandan Benteng Pertahanan Brest (Festung Brest), jabatannya di 2nd Fallschimjäger-Division diganti oleh Mayor Jendral Hans Kroh, tangan kanan Ramcke. Kekuatan yang berada dibawah komando Ramcke mencapai 35.000 personel, diantaranya adalah  2nd Fallschimjäger-Division, Divisi Infanteri ke-266 dan Divisi Infanteri ke-343 melawan Pasukan AD Amerika serikat yang terdiri dari Korps ke-8 pimpinan Mayor Jenderal Troy H. MiddletonDivisi Infanteri ke-8 dan Divisi Lapis Baja ke-6 pimpinan Mayor Jendral Robert W. Grow yang sedang melaksanakan Operasi Cobra untuk menembus pertahanan Pasukan Nazi di Perancis pasca invasi ke Normandia.
Meskipun telah bertekad mempertahankan Benteng Pertahanan Brest sampai titik darah terakhir, General der Falschimtruppe Ramcke akhirnya pada 19 September 1944 menyerah kepada Brigadir jenderal Charles Canham dari Divisi Infanteri ke-8 AD Amerika Serikat di markasnya yang terletak di Semenanjung Crozon, hanya berselang beberapa hari setelah ia mendapat promosi sebagai General der Falschimtruppe, dan ironisnya, pada hari yang sama Ramcke mendapat penghargaan Ritterkreuz mit Schwertern und Brilianten (Knight Cross with Sword and Diamonds)yang baru dia terima saat menjadi tawanan perang di Trent Park, sebelah utara london, Inggris.


HERMANN-BERNHARD RAMCKE General de Fallschimtruppe
Hermann-Bernhard Ramcke

Ramcke diterbangkan ke Inggris dengan dikawal oleh personel dari 475th Military Police Escort Guard Company, Ramcke juga sempat menjadi tawanan perang di Camp Clinton, Mississipi, Amerika serikat. Tahun 1951 dibawa ke Perancis dan didakwa sebagai penjahat perang , pernah berusaha melarikan diri tetapi kembali lagi dan mendapat vonis lima tahun penjara. 
Setelah tiga bulan menjalani hukuman, Ramcke akhirnya dibebaskan dan kembali ke Jerman dan menikmati masa tuanya hingga meninggal pada 4 Juli 1968 di Kappeln, sebuah kota di bagian utara Jerman.

(Sumber:  Majalah Defender Edisi 48 2009,  en.wikipedia.org)
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |