Spetsnaz - Pasukan Elite Rusia | Pecinta Militer Pecinta Militer: Spetsnaz - Pasukan Elite Rusia
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Saturday, 30 July 2016

Spetsnaz - Pasukan Elite Rusia





Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz




Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetnaz MVD

Spetsnaz (Bahasa Rusia: Войска специального назначения - спецназ; Voyska spetsialnogo naznacheniya) adalah suatu istilah umum untuk pasukan khusus di Rusia, yang arti literalnya adalah "unit tujuan khusus". Dalam bahasa Rusia, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada pasukan khusus di semua negara dan juga unit-unit tujuan khusus di berbagai kementerian di Rusia, tidak hanya militer (bahkan termasuk tim penyelamat khusus di Kementerian Keadaan Darurat Rusia),  secara harfiah “kekuatan berkemampuan khusus”. Istilah ini dapat berarti elit atau unit pasukan khusus dengan tujuan khusus, unit ini berada di bawah komando dari Federal Security Service (FSB), merupakan pasukan internal Rusia departemen dalam negeri, dan unit ini dikendalikan oleh Dinas intelijen militer GRU.

sementara dalam bahasa Inggris, istilah ini digunakan spesifik untuk pasukan khusus Rusia. Unit Spetsnaz banyak melatih pasukan-pasukan khusus di berbagai belahan dunia seperti Garda Republik di Suriah, pasukan khusus Angola, Kuba, Ethiopia dan Vietnam, serta berlatih bersama dengan pasukan khusus di berbagai negara.

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Logo Spetnaz

Spetsnaz memiliki tugas pengintaian dan operasi khusus lainnya pada masa damai maupun perang, seperti layaknya pasukan khusus di negara-negara lainnya (termasuk di Indonesia). Tugas utamanya dalam masa perang adalah infiltrasi ke wilayah musuh, terutama sebelum konflik dimulai, dan setelah sampai di tujuan, melaksanakan sabotase (seperti menghancurkan pusat-pusat logistik NATO), serta pembunuhan rahasia (assassination) terhadap pemimpin pemerintahan dan perwira militer yang berpengaruh. Spetsnaz saat ini juga sering ditugaskan untuk melawan tindakan terorisme, terutama di wilayah Kaukasus dan Chechnya.

Spetsnaz khas milik rusia adalah Spetsnaz GRU.
Spetsnaz GRU adalah unit Spetsnaz asli di bawah kendali GRU dan umumnya dianggap yang terbaik, berpengalaman dan paling terlatih.Pasukan ini merupakan unit pasukan khusus Angkatan Bersenjata Rusia, Spetsnaz GRU 27 tahun lebih tua dari pada unit-unit lainnya seperti KGB, FSB dan MVD.
Sptsnaz memiliki reputasi yang sangat kesohor. Tidak seperti unit pasukan khusus lainnya, Spetsnaz GRU terkenal membaur dengan unit tentara reguler biasa dengan mengenakan seragam standar prajurit penerjun , bahkan informasi yang dikutip dari berbagai-bagai sumber , sesama pasukan tentara rusia akan susah untuk mengenali dan membedakan mana yang anggota pasukan Sptsnaz atau bukan, gerakan mereka dalam menyamar dan mencegah identifikasi mereka diketahui sangat mendekati sempurna. Yang dapat mengetahui hanya sesama anggota Spetsnaz itu pun terbatas.


Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz

Sejarah
Konseptor asli strategi dan taktik pasukan khusus ini adalah seorang teoretikus militer Rusia Mikhail Svechnykov (terbunuh dalam operasi pembersihan tahun 1938), tujuan pengembangan pasukan ini adalah medan perang serta kemampuan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh pasukan konvensional dan kesulitan-kesulitan yang mungkin mereka akan hadapi di lapangan. Namun, implementasi teori-teori ini diinisiasi oleh Ilya Starinov, dikenal sebagai “kakek spetsnaz Rusia”.
Sumber Gbr. en.wikipedia.org


Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz GRU

Pada tahun 1950, Marsekal Georgy Zhukov memprakarsai pendirian 46 kompi (setiap kompi berisi 120 tentara) Spetsnaz di lingkungan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Uni Soviet. Kompi-kompi ini kemudian dikembangkan ke tingkat batalion dan brigade, ditambah dengan beberapa detasemen terpisah. Total terdapat 14 brigade Spetsnaz di AD dan 2 brigade di AL (marinir), ditambah dengan beberapa detasemen dan kompi terpisah. Spetsnaz militer aktif di bawah pengawasan Direktorat Intelijen Utama, badan intelijen militer Soviet, dan secara kolektif dikenal sebagai Spetsnaz GRU.Pasukan ini aktif dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi dan disamarkan sebagai anggota pasukan terjun payung dengan seragamnya (Spetsnaz Angkatan Darat) atau anggota marinir (Spetsnaz Angkatan Laut), terutama pada parade-parade militer. Pada waktu perang, unit Spetsnaz GRU membaur dengan menggunakan seragam dan lambang unit yang ditempatkan terdekat dengan mereka. Unit Spetsnaz GRU tidak memiliki nama resmi seperti unit-unit di KGB maupun MVD (seperti di bagian berikut) dan diidentifikasi hanya dengan nomor unitnya, sebagai contoh, "Brigade Spetsnaz Terpisah Ke-25" seperti identifikasi unit militer pada umumnya.

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz Alpha Group

24 tahun setelah pembentukan Spetsnaz militer, Komite Keamanan Negara (KGB) di bawah pimpinan Yuri Andropov (yang kemudian menjadi Sekjen Partai Komunis Soviet) membentuk Grup Alfa yang ditujukan untuk melawan terorisme. Pada akhir dekade 1970-an dan selama dekade

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
OMON

1980-an beberapa unit khusus (dengan penekanan terhadap kontra-terorisme dan memerangi kriminal terorganisasi, mirip dengan SWAT) didirikan di bawah KGB (yaitu Grup Vympel), dan Kementerian Dalam Negeri (MVD) , yaitu Vityaz dan Rus, dan berbagai detasemen khusus regional di Pasukan Internal, serta OMON (polisi paramiliter dan anti huru-hara) dan SOBR (unit reaksi cepat dan komando, sama seperti Detasemen Khusus 88 di Indonesia) di kepolisian.

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz OMON

Pada dekade 1990-an detasemen-detasemen khusus juga dibentuk di tingkat daerah di Dinas Penjara Federal Rusia (FSIN), yang ditujukan untuk melawan tindakan terorisme seperti pemberontakan dan penyanderaan di penjara-penjara Rusia. Kemudian, Pasukan Lintas Udara (VDV) membentuk Resimen Pengintaian Terpisah Ke-45 (1994). Kemudian, Dinas Keamanan Federal (FSB), badan intelijen dalam negeri penerus KGB, membentuk detasemen-detasemen khusus anti teror di berbagai kota di Rusia, dan juga mengambil alih grup Alfa dan Vympel. Sementara, dinas intelijen luar negeri SVR memiliki unit paramiliter khusus rahasia yang ditujukan untuk melindungi kedutaan dan diplomat-diplomat Rusia di luar negeri, bernama Barrier.

Misi Spetsnaz
Misi utama Spetsnaz adalah melaksanakan misi strategis sebelum perang ataupun selama perang. Tugas-tugas perang ini akan mencakup: pengintaian target strategis; penghancuran fasilitas penting (pusat perintah-kontrol-dan-komunikasi); penghancuran sistem pengiriman senjata strategis; pembongkaran jembatan penting dan dan jalur transportasi; dan menyambar atau pembunuhan pemimpin militer dan politik yang penting. Banyak dari misi ini akan dilakukan sebelum musuh dapat bereaksi dan beberapa bahkan dilakukan sebelum perang benar-benar pecah.

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Russian Naval Spetsnaz


Senjata
Dalam menjalankan operasinya mayoritas anggota pasukan Spetsnaz membawa AKS-74 senapan 5.45 mm dan pistol otomatis PRI 5.45 mm. Selain itu mereka juga dilengkapi dengan pisau tempur yang dikenal khas dengan sebutan Spetsnaz Knife, yang dirancang khusus untuk anggota Spetsnaz. Selain itu Anggota Spetsnaz juga dilatih menggunakan berbagai-bagai macam senjata.

Pelatihan


Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz

Orang-orang yang akan bergabung dengan Spetsnaz tapi tidak ada pengalaman militer sebelumnya maka akan diberikan pelatihan dasar militer seperti disiplin, berbaris, bidang kerajinan, penggunaan senjata, dan sistem kerja. Setelah dianggap kualifaid untuk memasuki tahap pelatihan Spetsnaz, maka tekanan pelatihan meningkat, berikut beberapa pelatihan yang dijalani calon Spetsnaz _”catatan: ini hanya metode yang dipublikasikan saja , tentu saja masing-masing dapur punya resep dan menu sendiri termasuk unit-unit pasukan khusus”. Berikut menu latihannya:


Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz

* penanganan senjata, termasuk penggunaan senjata asing dan penembak jitu;
* kebugaran, dengan penekanan pada ketahanan dan kekuatan;
* Pelacakan, berpatroli, kamuflase, dan pengawasan teknik, termasuk kelangsungan hidup dalam berbagai lingkungan yang keras (survival);
* pertarungan, bersenjata dan dengan pisau (baik genggam dan melemparkan), dan pembunuhan target;
* sabotase dan penghancuran;
* pelatihan bahasa dan interogasi tahanan;
* infiltrasi melalui air, termasuk terjun payung untuk pesawat sayap-tetap, dan keluar dari helikopter dengn tali atau parasut.
Untuk Spetsnaz laut di samping di atas tadi mereka harus mempelajari teknik-teknik tempur perenang, penggunaan senjata bawah air, kano, menyusup ke dalam garis pantai musuh maupun keluar dari garis pantai musuh , cara keluar dan masuk untuk menenggelamkan kapal selam.

Beberapa Operasi Intelijen Militer Rusia yang Paling Menggemparkan
Badan Intelinjen Uni Soviet KGB adalah salah satu intelijen militer yang terkenal di seluruh dunia.Akan tetapi, ada pasukan yang tidak kalah dari KGB, yaitu Glavnoye Razvedyvatelnoye Upravleniye (GRU) yang selalu ikut dalam operasi rahasia. Beberapa operasi paling dikenal yang dilakukan oleh salah satu badan intelejen militer Rusia, pasukan khusus GRU.

1. Serangan Sabotase di Spanyol


Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
At Spanish Civil War during 1936-1939

Perang saudara di Spanyol yang meletus pada 1936 membuat pemerintah republik yang sah terisolasi.Saat itu, hanya Uni Soviet yang menjadi sekutu Spanyol dan menolong mereka berperang melawan para tentara fasis. Pemerintah Soviet lalu membentuk detasemen pasukan khusus untuk melakukan serangan sabotase di wilayah Spanyol. Detasemen tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya pasukan khusus GRU (Direktorat Intelejen Utama Rusia). Operasi yang paling dikenal dari pasukan tersebut adalah penghancuran kereta api yang mengangkut staf angkatan udara Italia di wilayah kota Kordoba pada awal 1937. Kereta yang terdiri dari delapan gerbong tersebut hancur akibat ledakan ranjau dan jatuh dari ketinggian tebing. Pasukan tersebut juga berhasil melakukan serangan-serangan sabotase lain ketika bertempur di Spanyol, mulai dari peledakan kereta pengangkut amunisi senjata, sampai serangan ke markas gudang senapan mesin batalyon Franco. Francisco Franco adalah pempimpin de facto Spanyol dari tahun 1939 hingga tahun 1975. Setelah kekalahan para loyalis republik, sebagian anggota pasukan khusus pergi ke Algeria menggunakan kapal yang mereka kuasai.  Di sana, mereka dijemput untuk kembali ke Uni Soviet.  Empat anggota pasukan khusus tersebut juga ikut serta dalam aksi gerilya di Kuba di bawah kepemimpinan Fidel Castro pada akhir 1950-an.
2. Pasukan Katak Soviet di Nikaragua
Angkatan Laut juga memiliki pasukan GRU dalam satuan khusus pasukan katak yang bertugas sebagai pengintai sekaligus pasukan operasi sabotase, dengan tingkat kemampuan tempur dan ketangkasan militer yang tinggi.Divisi ini muncul setelah berakhirnya Perang Patriotik Raya Rusia melawan Nazi.Pada waktu itu, negara-negara NATO sudah lebih dulu memiliki divisi serupa.Setelah terbentuk, pasukan khusus perairan tersebut langsung ditugaskan untuk menjalankan operasi rahasia. Sepanjang 1967 – 1991, pasukan ini telah menjalankan operasi di berbagai tempat: Angola, Etiopia, Vietnam, Korea, Mesir, Kuba, dan Nikaragua. Pasukan khusus perairan ini hanya dipersenjatai oleh pisau tentara dan senapan mesin dengan peluru berupa jarum untuk serangan di bawah air, yang mampu membunuh musuh dari jarak 10 – 15 meter.
Namun, sebagian besar anggota pasukan hanya menjalankan operasi militer “biasa”, yang membuat mereka tak perlu menggunakan senjata mereka. Mantan komandan pasukan katak yang merupakan kapten nomor wahid pasukan cadangan Yuriy Plyachenko bercerita pada sejarawan Rusia Aleksander Kolpakidi, “Pada 1984, kami tak perlu masuk ke perairan menuju Nikaragua.Tim ahli kami hanya melakukan pekerjaan analisis semata.Saat itu, kami diminta rekomendasi mengenai apakah mungkin melakukan perjalanan dengan kapal di wilayah tersebut, sebab serangan ranjau laut musuh cukup menggegerkan dunia, membuat sekutu kami terdesak dan berada dalam blokade musuh. Kami segera paham situasinya: ranjau milik musuh dibuat dan disebarkan menggunakan kapal jenis Piranha, yang sama dengan kapal alas datar kami. Kami memberi ide pasukan Nikaragua untuk mengatasi jebakan tersebut dan bagaimana memodifikasi kapal penyapu ranjau untuk melakukannya.Setelah kami pergi, tak ada lagi kapal yang meledak akibat ranjau,” kenang Plyachenko.
3. Afganistan,  Menyerbu Kediaman Amin Hafizullah


Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetnaz in Afghanistan at 1980's

Tak semua operasi pasukan khusus GRU berlangsung diam-diam. Salah satu operasi pasukan khusus militer Rusia yang paling terkenal ialah penyerbuan ke kediaman Sekjen Partai Demokrasi Rakyat Afganistan Amin Hafizullah di Afganistan, untuk melikuidasi dan menggantikan posisinya dengan orang yang lebih loyal kepada USSR, Babrak Kamal.
Bersama dengan pasukan khusus KGB, pasukan intelejen GRU bergabung dalam operasi militer yang sulit tersebut. Mereka disebut “Batalion Muslim”, karena batalyon tersebut diisi oleh pasukan Soviet berdarah Tajikistan, Uzbekistan, dan Turkmenistan.Hal itu dilakukan karena mereka dapat berbicara bahasa Farsi. Mereka dipenetrasikan ke Istana Amin sebagai penjaga. Saat penyerbuan, pasukan itu memberi bantuan besar bagi divisi lain. Operasi penyerbuan ini berjalan sukses, dan berakhir dengan tewasnya Amin besreta 200 orang pengawalnya, namun, pasukan khusus GRU harus kehilangan tujuh anggotanya.

Operasi itu dilakukan pada tanggal 27 Desember 1979, dengan sekitar 660 operator Soviet mengenakan seragam tentara Afghanistan, termasuk  50 pejabat KGB dan GRU  dari Grup Alpha dan Group Zenith , menduduki gedung-gedung pemerintah, militer dan media di Kabul, termasuk target utama mereka - Istana Presiden Tajbeg. Selama perang  unit-unit Spetsnaz melakukan berbagai misi serangan udara  termasuk penyergapan dan penyerangan. Spetsnaz sering digunakan dalam misi untuk menyergap dan menghancurkan konvoi pasokan musuh. Mereka mengatakan bahwa serangan udara yang dilakukan Spetsnaz  telah mengubah corak perang.  Mereka juga menganggap  Spetsnaz atas tertutupnya  semua rute pasokan sepanjang perbatasan Afghanistan-Pakistan pada tahun 1986. Pada bulan April 1986 para pemberontak kehilangan salah satu basis terbesar mereka, di Zhawar di Paktia Provinsi, akibat serangan udara Spetsnaz  Soviet. Spetsnaz mencapai kemenangan dengan mengalahkan beberapa posisi  basis pemberontak. Spetsnaz juga dapat memasukkan pasukan serangan udara ke wilayah di Konar Lembah dekat Barikot yang sebelumnya dianggap tidak dapat diakses pasukan Soviet

4. Perang Chechnya


Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz at Checen War

Pasukan khusus GRU tak hanya ikut serta dalam operasi rahasia di mancanegara, tetapi juga di Rusia sendiri.Salah satu contoh adalah perang di Chechnya pada 1994-1995.Saat itu, GRU bertugas sebagai pengintai sekaligus penyerbu. Pasukan darat tak dapat menyerbu kota Grozniy karena persiapan tempur yang kurang matang, maka saat itu juga pasukan khusus dikirim untuk membantu. Fungsi utama divisi ini adalah penyelidikan dan operasi serangan sabotase, sehingga pasukan khusus GRU harus kehilangan personil dalam jumlah yang signifikan.
Tidak semua operasi militer divisi intelejen militer ini berakhir dengan keglamoran karena kerahasiaannya.Secara keseluruhan, GRU sendiri

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz

sudah mengirimkan pasukan ke lebih dari dua puluh negara Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Namun, dokumentasi mengenai operasi-operasi tersebut tidak akan diungkapkan dalam waktu dekat.












Ujian  dan Tantangan Untuk Mendapatkan Baret Merah Simbol Pasukan Khusus Spetnaz
Baret merah atau baret crimson adalah bagian dari seragam tentara yang banyak digunakan oleh tentara di dunia. Biasanya, topi tersebut merupakan simbol pasukan khusus.Baret Merah di Rusia terwujud dengan pembentukan kompi latihan pasukan khusus di bawah divisi F. Dzerzhinsky, yang dibentuk pada 1978 sebelum Olimpiade Moskow 1980.URSN (Kompi Latihan Tujuan Khusus) menjadi dasar datasemen spetsnaz Vityaz yang ternama.

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz

Gagasan ujian bagi prajurit yang ingin mengenakan baret merah berasal dari mantan komandan Vityaz yang juga merupakan Pahlawan Nasional Federasi Rusia, Sergey Lysyuk.“ Semua ini bermula ketika saya membaca buku Alpha Team karya Miklуs Szabу, seorang mantan prajurit pasukan khusus AS. Di situ tertulis hak untuk mengenakan baret hijau diperoleh melalui tes yang sangat sulit, dengan darah dan keringat. Buku itu begitu membekas pada saya dan membuat saya berpikir untuk mengadakan tes bagi divisi saya, untuk mendapatkan hak mengenakan baret merah. Baret merah bukan sekadar topi, tetapi simbol sebuah komando spetsnaz yang berkualitas tinggi,” kata Lysyuk.

Spetsnaz -  Pasukan Elite Rusia
Spetsnaz

Sergei Lysyuk dan temannya Victor Putilov menyusun persyaratan tes dengan latihan fisik dan taktis khusus, yang telah digunakan sejak 31 Mei 1993 di semua unit spetsnaz pasukan dalam negeri Rusia.
Spetsnaz memiliki reputasi yang disegani di kalangan militer dunia karena standar latihannya yang tergolong sangat keras, terutama Spetsnaz militer, meskipun unit-unit KGB/FSB dan MVD juga menetapkan standar yang tergolong ketat dan keras dalam latihan dan perekrutan personil mereka.
Beberapa  Ujian dan Pelatihan untuk menjadi anggota Spetnaz adalah sebagai berikut :
Tes baret merah Rusia biasanya terdiri dari tiga tahap.Tes pertama bertujuan untuk menguji kebugaran jasmani, terdiri dari balap lari lintas alam yang sulit sepanjang delapan kilometer, diakhiri dengan sprint 100 meter. Ujian ini mengharuskan peserta mengatasi rintangan air, rawa kotor setinggi dada, genangan air, serta area “terkontaminasi” dengan mengenakan topeng gas. Rute lintas alam pun dipenuhi rintangan khusus, mulai dari ladang ranjau, area penuh asap, hingga api. Kadang prajurit harus merangkak atau berlari sambil ditembaki dengan persenjataan kecil.
Selain itu, sebuah kelompok “manipulasi psikologis” khusus dikerahkan sepanjang balapan. Orang-orang  tersebut berlari bersama para prajurit peserta untuk meneriaki mereka, memerciki mereka dengan lumpur dan air, bahkan melemparkan granat gas air mata ke kaki mereka. Setelah mengakhiri bagian ini tanpa jeda, prajurit harus melakukan sprint 100 meter sebanyak empat kali. Kemudian, ia harus melakukan chin-up dan akrobat.
Tahap kedua dimulai segera setelah tes pertama selesai. Setiap peserta harus menunjukkan kemampuan menembakan peluncur granat antitank RPG-7, peluncur granat otomatis AGS-17, senapan mesin PK atau PKT, pistol AK74M otomatis, Makarov atau Stechkin, dan senapan jitu SVD.
Tahap terakhir hanya berlangsung 12 menit, tetapi para prajurit menyebutnya “12 menit di neraka”. Kurun waktu tersebut terbagi menjadi periode 3 menit. Masing-masing dari empat periode tersebut berupa ronde pertarungan tangan kosong dengan musuh yang sudah menjadi Baret Merah.
Mereka yang berhasil melalui semua tahap akan mendapat Baret Merah. Namun, Dewan Baret Merah yang ada di setiap divisi besar spetsnaz dapat mencopot hak seorang prajurit untuk mengenakan baret merah jika ia melakukan pelanggaran tertentu. Selain pasukan dalam negeri, biasanya beberapa unit elit MVD bersaing mendapatkan baret merah. OMON Berkut di Kiev dan unit pasukan khusus di Belarus juga menggunakan tes baret merah yang serupa.

Sumber :
-  en.wikipedia.org
-  id.wikipedia.org
-  Daria Gonzales, RBTH
-  Tatiana Rusakova, RBTH
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer
Comment Using

Comment Policy : We’re enthusiastic to see your comment. However, Please Keep in mind that all comments are moderated manually by our human reviewers according to our comment policy, and all the links are nofollow. Using Keywords in the name field area is forbidden. Let’s enjoy a personal and evocative conversation.

1 comment:

  1. Hmmm is anyone else encountering problems with the images on this blog loading?
    I'm trying to figure out if its a prroblem on my end or if it's the blog.
    Any suggestions would be greatly appreciated.

    ReplyDelete

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |