Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II | Pecinta Militer Pecinta Militer: Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Monday, 18 July 2016

Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II

Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Me-109 / Bf-109
Messerschmitt BF-109 atau sering juga disebut dengan Me-109 sudah dirancang oleh Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) jauh sebelum terjadinya PD II, dimulai dari ketia pada tahun 1930 pemerintah Jerman memanggil Messerschmitt serta beberapaindustri pesawat tempur yang lain seperti Focke Wulf, Heinkel dan Arado untuk membuat pesawat yang canggih untuk ukuran masa itu serta lebih handal dibandingkan pesawat yang
sebelumnya, Bf-108. Dari beberapa pabrikan yang dipanggil, hanya Heinkel yang mengirimkan rancangannya yang diberi kode He-112, dan pemerintah Jerman pun segera memerintahkan untuk membuat 10 unit prototypenya. Dan karena rancangan Willy Messerschmitt dan Robert Lusser juga menarik hati para petinggi Luftwaffe, maka pabrikan Messerschmitt mendapat jatah untuk memproduksi prototype Bf-109 berawak satu orang pilot.
Saat itu Jerman telah mengalami kekalahan dalam PD I dan terikat dengan traktat perjanjian Versailles. Salah satu poin dalam perjanjian itu adalah bahwa Jerman tidak boleh memiliki dan memproduksi tank, pesawat dan senjata berat lainnya, maka Jerman mensiasati dengan memproduksi Bf-109 secara massal di Spanyol, dan pengadaan mesinnya menggunakan mesin Rolls Roice buatan Inggris. Semua itu dilakukan dengan diam-diam.

Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Me-109 / Bf-109
Prototype Bf-109 yang pertama ditenagai mesin Rolls Rpice type Kestrel 610 tenaga kuda. Prototype ini yang mendarat di Ausburg dari tempat produksinya di Spanyol pada September 1935. Saat telah diproduksi secara massal, mesin pesawat diganti dengan mesin buatan dalam negeri, yaitu buatan Junker Jumo 210A  berkekuatan610  tenaga kuda, tetapi setelah dipasangi senjata, tenaganya malah merosot, sehingga mesinnya diganti dengan mesin Junker Jumo 210D.
Pada varian selanjutnya, Bf-109B2, menggunakan baling-baling berbahan metal, yang otomatis menambah bobot pesawat, sehingga mesin diganti lagi dengan Jumo 210G 500kW. Total prototype yang diproduksi mencapai belasan unit, sehingga dikalangan penerbagng Luftwaffe ada joke yang mengatakan bahwa Jerman bisa bertempur dengan prototipe saja, karena jumlahnya sudah memenuhi armada satu skuadron. Dan memang Luftwaffe membuat satu skuadron yang berisi prototype Bf-109  diberi nama JG 132 Richtofenan.
Pada saat terjadi perang saudara di Spanyol tahun 1936-1939, Luftwaffe diam-diam mengirimkan tiga unit Bf-109 ke medan tempur. Bantuan Luftwaffe ini adalah syarat yang diajukan pemerintah Spanyol yang saat itu dipimpin oleh Jenderal Francisco Franco, saat mengijinkan produksi Bf-109 di wilayahnya. Para pilot sukarelawan yang diirim ke Spanyol tersebut dikenal sebagai Legiun Condor. Melihat kemampuan pesawat tersebut, pemerintah Jerman makin yakin untuk mengembangkannya, pemerintah Spanyol juga tertarik untuk memesan Bf-109, bahkan pemerintah Swiss belakangan juga mengoperasikan sekitar 80 unit Bf-109.
Keunggulan Bf-109 makin dikenal saat saat berlangsung flying meeting di Zurich pada musim panas 1937, ketika Bf-109 didaulat untuk melakukan aerobatik diatas para pengunjung, yang tidak hanya sekedar manuver, tetapi juga dilombakan, dan dalam penampilan perdananya tersebut berhasil menyabet juara di beberapa nomor, misalnya terbang tim, kecepatan terbang dan terbang menanjak serta menukik. Penampilan Bf-109 tersebut membuat para penonton termasuk petinggi Luftwaffe terheran-heran dan kagum, dan ternyata para insinyur telah menggantinya dengan mesin terbaru buatan Daimler Benz yang berkekuatan sekitar 900 tenaga kuda. Di kemudian hari, mesin ini yang ditetapkan sebagai mesin standar Bf-109.
Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Me-109 / Bf-109
Pada April 1939, pilot uji Bf-109 mampu menggeber pesawat tersebut hingga mencapai kecepatan 755,13 km/ jam. Dan untuk memenuhi tuntutan produksi yang tinggi, pemerintah Jerman menyebar produksi pesawat ke beberapa pabrikan pesawat Jerman, antara lain Erla, Arado, Fieseler dan Focke Wulf.
Sampai akhir 1939, varian yang siap digunakan ole Luftwaffe untuk bertempur adalah varian E yang telah dilengkapi dengan dua senapan mesin MG 17 kaliber 7,9 milimeter pada masing-masing sayap. Varian yang memiliki nama lain Emil ini ditingkatkan lagi dengan sepucuk kanon MG FF kaliber 20 milimeter ditengah baling-balingnya, dan sayangnya  saat memasuki dekade 1940an produksinya sempat tewrhambat karena Arado dan Focke Wuff mundur dari jajaran sub-kontraktor.
Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Me-109 / Bf-109
Saat PD II meletus pada tahun 1939, pesawat Bf-109 mengundang rasa penasaran pihak sekutu, aksi pesawat ini dimulai sejak pasukan Nazi menyerbu Polandia, tidak kurang dari 300an unit Bf-109 dikerahkan. Merasa puas dengan aksi di Polandia, Luftwaffe meminta produksi pesawat tersebut ditingkatkan dari 140 unit menjadi 156 unit perbulan untuk dikerahkan dalam medan tempur di Perancis.
Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Me-109 / Bf-109
Selama PD II, Messerschmitt terus melakukan pengembangan, dan salah satunya menghasilkan varian Bf-109G-I/Trop  dengan dibekali persenjataan yang lebih mematikan, misal Senapan mesin 131 kaliber 13 milimeter dipasang ditengah propeler, juga kanon kaliber 20 milimeter yang diletakkan diatas mesin menjadikan Bf-109 sebagai mesin pembunuh pesawat pembom sekutu, bahkan sebagian varian tersebut juga telah diupgrade dengan lima kanon Rheinmetall Borsig MK 108.ang secara khusu digunakan untuk melakukan aksi dogfight dengan pesawat tempur musuh. Bf-109 dengan konfigurasi ini kemudian menjadi varian Bf-109G-2. Varian G-2 ini benar-benar menjadi lawan yang menakutkan pada medan tempur Rusia, Perancis dan kawasan Mediterania karena selain memiliki kaliber besar, varian ini menggunakan mesin Daimler Benz yang lebih bertenaga berkekuatan 1.475 tenaga kuda, 500 tenaga kuda lebih besar daripada varian sebelumnya. Mesin 12 silinder ini sanggup digeber hingga 653 km/ jam dan mampu mencapai jarak 850 km dalam satu kali terbang. Messerschmitt juga menambah dengan senjata terbaru yaitu senapan kanon MG 151/ 20 kaliber 20 milimeter serta dua pucuk senapan mesin MG 17 kaliber 7,9 milimeter.
Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Bf-109G-6 / Me-109G-6
Pada pengembangan varian G-5, para insinyur tidak hanya mendesain ulang erangka pesawat, tetapi juga sekaligus memodifikasi senapan mesin MG 131 kaliber 13 milimeter sehingga mampu memuntahkan peluru lebih banyak dan lebih jauh dari bawaan pabrik. Pada Varian G-6, sepucuk kanon MG 151/20 kaliber 20 milimeter sudah mampu ditembakkan dari tengah baling-baling. Dua senjata lainnya, senapan mesin MG 17 kaliber 7,9 milimeter dengan 300 peluru diletakkan diatas mesin dan dua unit kanon MG 151 kaliber 20 milimeter berisi 120 peluru ditembakkan dari kedua
                                                                                       sayapnya.
Messerschmitt Bf-109 - Pesawat Penyergap Andalan Nazi Jerman pada Perang Dunia II
Bf-109G-6 / Me-109G-6
Varian Bf-109G-6 kemudian ditugaskan untuk memburu pesawat pembom sekutu. Untuk mengimbangi pengembangan pesawat pembom yang cepat. Messerschmitt mengubah lagi senjata Bf-109G-6 dengan menambahkan roket Nebelwerfer 42 kaliber 21 centimeter, dan mendesain ulang airframe dengan bahan yang lebih ringan sehingga lebih mudah bermanuver menghindari berondongan senapan mesin di pesawat pembom sekutu. Masing-masing peluncur roket berisi lima pucuk roket dengan masing-masing memiliki hulu ledak TNT seberat 10 kg, membuat pesawat pembom hancur jika terkena roket ini.
Varian pembawa roket diberi nama Ofenrohr, juga memiliki beberapa kelemahan, yang paling utama adalah dalam soal kecepatan, sehingga bisa dengan mudah disergap oleh Thunderbolt atau Mustang.
Bf-109 varian G-14 selain bertugas sebagai penyergap juga berfungsi sebagai fighter-bomber, di bawah badan pesawat ini mampu membawa berbagai macam bom seberat 250 kg, serta kokpit yang dimodifikasi supaya pilot memiliki pandangan yang lebih luas dan mudah mengincar target..

Sumber :
- Majalah Angkasa
- en.wikipedia.org
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer
Comment Using

Comment Policy : We’re enthusiastic to see your comment. However, Please Keep in mind that all comments are moderated manually by our human reviewers according to our comment policy, and all the links are nofollow. Using Keywords in the name field area is forbidden. Let’s enjoy a personal and evocative conversation.

2 comments:

  1. Artikel yang bagus, boleh saya buat menjadi salah satu bahan referensi blog saya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan bro.. dengan senang hati :) Semoga sukses.

      Delete

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |