Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral | Pecinta Militer Pecinta Militer: Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Tuesday, 13 June 2017

Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral


http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral 
Kelas Mistral merupakan kelas dari tiga kapal serbu amfibi, juga dikenal sebagai pengangkut helikopter dari Angkatan Laut Perancis. Disebut sebagai " projection and command ships" (Perancis: bâtiments de proyeksi et de Commandement atau BPC), sebuah kapal kelas Mistral sanggup mengangkut 16 NH90 atau helikopter Tiger, empat kapal pendarat, hingga 70 kendaraan termasuk 13  tank AMX Leclerc, atau 40  tank Leclerc dan 450 tentara. Sesuai namanya, kapal ini dirancang sebagai pusat komando, basis operasi helikopter, mengangkut kendaraan militer, termasuk
tank, dan untuk rumah sakit laut,  sehingga kapal ini dilengkapi dengan sebuah rumah sakit  dengan 69 tempat tidur, dan mampu bertugas sebagai bagian dari Response Force NATO, dengan PBB ataupun dengan pasukan perdamaian Uni Eropa.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Tiga kapal kelas tersebut yang berdinas dalam Angkatan Laut Perancis yaitu Mistral, Tonnerre, dan Dixmude. Sebuah kesepakatan untuk pengadaan dua kapal bagi Angkatan Laut Rusia diumumkan oleh Presiden Perancis Nicolas Sarkozy pada tanggal 24 Desember 2010, dan ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri Rusia Igor Sechin dan Menteri Pertahanan Prancis Alain Juppe di hadapan Sarkozy pada 25 Januari 2011, akan tetapi pada 3 September 2014, Presiden Perancis berikutnya yaitu François Hollande mengumumkan penundaan pengiriman kapal perang pertama, Vladivostok, akibat adanya krisis Rusia-Ukraina. Pada tanggal 5 Agustus 2015, Presiden François Hollande dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa Perancis akan membayar kembali pembayaran parsial dan tetap akan memproduksi dua kapal tersebut untuk Angkatan Laut Rusia, tetapi dua kapal tersebut kemudian dijual ke Mesir

Sejarah
- doktrin Perancis untuk operasi amfibi pada tahun 1997

Pada tahun 1997, DCNS memulai studi untuk suatu kapal intervensi multi-fungsi (Bâtiment d'Intervensi Polyvalent atau BIP). Pada saat yang sama, doktrin Perancis tentang operasi amfibi berkembang dan didefinisikan sebagai CNOA. (Perancis : Concept National des Opérations Amphibies, Inggris : "National Design for Amphibious Operations, Indonesia : "Desain Nasional untuk Operasi Amfibi") Tujuan BIP adalah untuk memperbarui dan meningkatkan kemampuan amfibi AL Perancis, yang pada saat itu terdiri dari dua kelas Foudre dan dua kelas Ouragan landing platform docks.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
CNOA adalah untuk menegaskan kemampuan Angkatan Laut Perancis untuk melakukan serangan amfibi, penarikan, demonstrasi, dan penyerbuan. Hal ini akan memungkinkan Angkatan Laut Perancis untuk lebih mengintegrasikan ke dalam kerangka doktrin yang dijelaskan oleh  NATO's Allied Tactical Publication 8B (ATP8) dan the European Amphibious Initiative. Sementara CNOA membuat  prioritas kemampuan udara, juga dianjurkan adanya peningkatan terhadap jumlah kendaraan dan personil yang bisa diangkut dan disebarkan, CNOA tetap tujuan untuk memproyeksikan kekuatan yang terdiri dari empat pasukan tempur (1.400 personil, 280 kendaraan , dan 30 helikopter) selama sepuluh hari, 100 kilometer dalam sektor, kekuatan ini harus mampu mengintervensi dengan baik di mana saja dalam radius 5000 kilometer dari wilayah Perancis, atau mendukung operasi di luar wilayah Perancis atau sekutu. Sebagaimana operasi bersama dengan pasukan NATO dan Uni Eropa, setiap kapal yang diusulkan harus mampu melakukan operasi dengan Troupes de Marine brigades of the French Army.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Evolusi Konsep

Studi untuk kapal intervensi multi peran (Perancis: bâtiment d'intervensi polivalen, BIP) dimulai selama waktu dimana industri pertahanan telah mempersiapkan untuk menjalani restrukturisasi dan integrasi. BIP dirancang untuk menjadi modular, desain scalable yang dapat dibuat untuk berbagai negara Uni Eropa dan dibangun secara kooperatif, tapi masalah politik yang berkaitan dengan pekerjaan dan partisi ulang kontrak menyebabkan integrasi antara negara-negara Eropa dengan ahli teknik angkatan laut menjadi gagal.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Pada tahun 1997, serangkaian desain kapal yang disebut nouveau transport de chalands de débarquement (NTCD), yang secara umum berbasiskan  nuclear-powered amphibious assault ship PH 75 yang telah dibatalkan, telah diungkapkan. Diantara desain tersebut, yang terbesar adalah BIP-19, yang kemudian menjadi dasar dari kelas Mistral. Desain BIP-19 termasuk dek yang rata dan panjang 190 meter (620 kaki), dengan lebar 26,5 meter (87 kaki), draft 6,5 meter (21 kaki), dan beratnya 19.000 ton, dimensi yang melebihi persyaratan konsep NTCD. Tiga desain kapal yang lebih kecil juga diperlihatkan, berdasarkan versi skala-down dari BIP-19 desain dan dengan lebar 23 meter (75 ft): BIP-13 (13.000 ton, 151 meter (495 kaki)), BIP- 10 (10.000 ton, 125 meter (410 kaki)), dan BIP-8 (8.000 ton, 102 meter (335 kaki)). BIP-8 fitur yang dimasukkan dari kelas kapal transport amfibi San Giorgio Italia, tapi termasuk hanggar helikopter.

Pada tahap desain, konsep NTCD dilengkapi lift untuk pesawat di sisi kiri (seperti Kelas Tarawa  AS), yang lain di sisi kanan, satu di pusat dek penerbangan, dan satu di muka di tengah-tengah bagian di atas geladak kapal. Selanjutnya beberapa lift tersebut dikurangi jumlahnya dan dipindahkan. Lift utama menuju buritan kapal itu awalnya terletak di sebelah kanan tapi kemudian dipindahkan ke tengah, dan lift tambahan di belakang geladak atas kapal bagian tengah. Konsep gambar dan keterangan yang dibuat oleh Direction des Constructions Navales (DCN), salah satu dari dua pembuat kapal yang terlibat dalam proyek, menunjukkan seperti beberapa fitur pengangkut pesawat, termasuk jalan ski-jump untuk STOBAR (Short Take-Off But Arrested Recovery) pesawat(memungkinkan pengoperasian pesawat  AV-8B Harrier II dan F-35 Lightning II-B), empat atau lima tempat pendaratan helikopter (termasuk satu yang diperkuat untuk mengakomodasi V-22 Osprey atau  helikopter CH-53E super Stallion), dan dek juga mampu menampung kapal landing  kelas Sabre, atau 2 LCAC hovercraft. Sebuah review oleh Senat Perancis menyimpulkan bahwa STOBAR pesawat  berada di luar lingkup CNOA, yang memerlukan modifikasi desain.

NTCD kemudian berganti nama menjadi Porte-hélicoptères d'intervention  ("intervention helicopter carrier") pada bulan Desember 2001, sebelum akhirnya dinamakan Bâtiment de projection et de commandement (BPC) untuk menekankan aspek amfibi dan komando dari konsep tersebut.

Desain dan Pembangunan
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Pada Euronaval 1998, Prancis menegaskan bahwa mereka berencana untuk membangun serangkaian kapal berdasarkan konsep BIP-19. Namun, persetujuan untuk pembangunan dua kapal, Mistral dan Tonnerre, tidak diterima sampai 8 Desember 2000. Sebuah kontrak untuk konstruksi diterbitkan pada tanggal 22 Desember dan setelah menerima persetujuan dari otoritas belanja publik (Union des groupements d'achats publik, UGAP ) pada tanggal 13 Juli 2001, diberikan kepada Direction des Constructions Navales (DCN) dan Chantiers de l'Atlantique di akhir Juli. Sebuah tim desain engineering didirikan di Saint-Nazaire pada bulan September 2001, setelah konsultasi antara DCA dan Délégation Générale pour l'Armement (General Delegation for Ordnance, DGA), mulai mempelajari dan beradaptasi desain BIP-19. Secara paralel, konsep umum disempurnakan oleh DGA, DCN, Kepala Staf Pertahanan dan Chantiers de l'Atlantique. Selama proses desain dan validasi, sebuah skala model  1 / 120 dibuat dan diuji di terowongan angin, mengungkapkan bahwa dalam angin haluan yang kuat, dengan ketinggian kapal dan bagian atas geladak kapal yang panjang mengakibatkan turbulensi di sepanjang dek penerbangan. Desain diubah untuk meminimalkan efek ini dan memberikan kondisi yang lebih baik untuk operasi helikopter
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral

Kapal-kapal akan dibangun di berbagai lokasi di dua komponen utama dan beberapa komponen minor, yang akan disatukan pada tahap penyelesaian. DCN, yang ditunjuk sebagai kepala konstruksi dan bertanggung jawab atas 60% dari nilai konstruksi dan 55% dari waktu kerja, merakit mesin-mesin tersebut di Lorient, sistem tempur di Toulon, dan setengah dari bagian belakang kapal, termasuk bagian atas dari geladak kapal di Brest. sedangkan STX Europe, anak perusahaan dari STX Shipbuilding Korea Selatan, mengkonstruksi bagian depan dari masing-masing kapal di Saint-Nazaire, dan bertanggung jawab untuk mengangkut mereka ke DCN di Brest untuk perakitan akhir. perusahaan lain yang terlibat dalam pembangunan yaitu beberapa pekerjaan konstruksi di outsourcingkan ke  beberapa perusahaan asing, misalnya Finlandia Wartsila Corporation membangun generator diesel untuk kapal, sementara anak perusahaan Swedia Rolls Royce menyuplai sekrup Azipod dan kolom kemudi. Polandia Stocznia Remontowa de Gdansk mengembangkan bagian tengah dan hanggar helikopter.  sementara Thales Group berkontribusi dalam jaringan data dan deteksi pada sistem tempur kapal serta Pembuat sistem misil MBDA memberikan kontribusi dalam sistem rudal permukaan ke udara serta permukaan ke kapal.  Diperkirakan bahwa setiap kapal akan membutuhkan waktu untuk penyelesaian sekitar 34 bulan, dengan desain dan konstruksi untuk kedua kapal seharga 685 juta Euro (kira-kira biaya yang sama untuk satu kapal berdasarkan HMS Ocean atau USS San Antonio, dan kira-kira biaya yang sama untuk kapal Foudre kelas amfibi sebelumnya , yang menggantikan setengah tonase kapal kelas Mistral dan memakan waktu 46,5 bulan untuk menyelesaikan).

Dimulai dari Dixmude, sisa Mistral Perancis dan pertama dari dua Mistral Rusia dibangun di Saint-Nazaire oleh STX Perancis, yang dimiliki bersama oleh STX Eropa, Alstom dan pemerintah Perancis, dengan STX Eropa memiliki saham mayoritas. DCNS akan menyediakan sistem tempur kapal.

DCN meletakkan lunas untuk bagian belakang dari kedua kapal pada tahun 2002, Mistral pada tanggal 9 Juli, dan Tonnerre pada 13 Desember. Chantiers de l'Atlantique meletakkan lunas kapaldari bagian depan dari Mistral pada tanggal 28 Januari 2003, dan kemudian dari Tonnerre. Balok pertama dari bagian belakang Tonnerre dimasukkan ke dalam galangan kapal pada 26 Agustus 2003, dan bahwa dari mistral pada 23 Oktober 2003. dua bagian belakang berkumpul berdampingan di galangan kapal yang sama. Bagian depan dari Mistral meninggalkan Saint-Nazaire dengan ditarik pada tanggal 16 Juli 2004 dan tiba di Brest pada 19 Juli 2004. Pada tanggal 30 Juli, kombinasi dari dua bagian melalui proses yang sama dengan jumboisation dimulai pada dock nomer 9. Bagian depan  Tonnerre tiba di Brest pada 2 Mei 2005 dan menjalani prosedur yang sama.

Mistral diluncurkan sesuai jadwal pada tanggal 6 Oktober 2004, sementara Tonnerre diluncurkan pada tanggal 26 Juli 2005. Pengiriman masing-masing kapal dijadwalkan untuk akhir tahun 2005 dan awal 2006, namun ditunda selama lebih dari satu tahun karena masalah dengan sistem sensor SENIT 9 dan kerusakan pada penutup linoleum dek bagian depan. Mereka bertugas untuk AL Perancis masing-masing pada 15 Desember 2006 dan 1 Agustus 2007.

Livre Blanc sur la Défense et la Sécurité nationale 2008 (White Paper on Defence and National Security) Perancis, sebuah dokumen yang mendefinisikan kebijakan untuk urusan pertahanan, meramalkan bahwa dua BPC atau lebih (bâtiments de projection et de commandement) akan dalam pelayanan dengan Angkatan Laut Perancis pada tahun 2020. Sebuah kapal yang ketiga dipesan pada tahun 2009, dengan pesanan ini ditempatkan awal dari yang diharapkan sebagai bagian dari respon pemerintah Perancis untuk resesi yang dimulai pada tahun 2008. konstruksinya dimulai pada 18 April 2009 di Saint-Nazaire, dan akibat adanya kendala ekonomi, seluruh kapal itu dibangun di sana. Pada tanggal 17 Desember 2009, diumumkan bahwa kapal ketiga dari kelas ini akan diberi nama Dixmude.
Fitur dan Kemampuan

Penerbangan
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Daya Angkut Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Dek penerbangan setiap kapal adalah sekitar 6.400 meter persegi (69.000 kaki persegi). Dek tersebut memiliki enam tempat pendaratan helikopter, salah satunya mampu menampung sebuah helikopter seberat 33 ton. hanggar dek seluas 1.800 meter persegi (19.000 sq ft) dapat menyimpan 16 helikopter, terletak di bawah dek penerbangan dan pada bagian buritan kapal dan mencakup area pemeliharaan dengan overhead crane. Untuk membantu peluncuran dan pemulihan, digunakan radar pendaratan DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 dan Optical Landing System.

Antara dek penerbangan dan hanggar dihubungkan dengan dua lift pesawat, masing-masing mampu mengangkat 13 ton. Lift utama 225 meter persegi (2.420 sq ft)  terletak di dekat buritan kapal, pada centerline, dan cukup besar untuk helikopter untuk dipindahkan dengan rotor mereka dalam konfigurasi penerbangan. Lift tambahan seluas 120 meter persegi (1.300 sq ft) terletak memanjang dari geladak atas kapal.

Setiap helikopter yang dioperasikan oleh militer Prancis mampu terbang dari kapal tersebut. Pada tanggal 8 Februari 2005, sebuah Westland Lynx dan Cougar dari Angkatan Laut mendarat di Mistral. Pendaratan pertama dari NH90 berlangsung pada tanggal 9 Maret 2006. Setengah dari armada udara dari BPC harus berbasis dari NH-90, setengah lainnya yang terdiri dari helikopter serang Tigre. Pada tanggal 19 April 2007, Puma, Écureuil dan helikopter Panther mendarat di Tonnerre.

Menurut komandan Mistral, Capitaine de Vaisseau Gilles Humeau, ukuran dek penerbangan dan hanggar akan memungkinkan operasi hingga tiga puluh helikopter.

kemampuan penerbangan mistral sebanding dengan kapal-kapal serbu amfibi kelas Wasp. Tapi Kapal kelas Mistral tersebut tidak mendukung pesawat fixed-wing, tidak seperti kapal serbu amfibi kelas Wasp dan Amerika, sehingga menurunkan biaya pengadaan dan operasional.

Transportasi Amfibi
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Kapal kelas Mistral dapat menampung hingga 450 personil tentara, meskipun dapat bertambah menjadi dua kali lipat untuk pengerahan pasukan dalam jangka pendek. Hanggar kendaraan seluas 2650 meter persegi (28.500 sq ft) dapat membawa batalyon tank Leclerc berkekuatan 40 unit, atau 13 tank Leclerc dan 46 kendaraan lainnya. Sebagai perbandingan, kapal kelas Foudre dapat membawa sampai 100 kendaraan, termasuk 22 tank AMX-30, dek signifikan lebih kecil 1.000 meter persegi (11.000 kaki persegi) .

deck seluas 885 meter persegi (9.530 sq ft) juga dapat menampung empat kapal pendarat. kemampuan ini meningkatkan kemampuan kelas untuk beroperasi dengan Korps Marinir Amerika Serikat dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Sebaliknya DGA memesan delapan unit EDA-R katamaran seberat 59 ton rancangan Perancis.

Komando dan Komunikasi

kapal kelas Mistral dapat digunakan sebagai kapal komando dan kontrol, dengan ruang pusat komando dan kontrol seluas 850 meter persegi (9.100 sq ft) yang dapat menampung hingga 150 personel. Informasi dari sensor kapal terpusat dalam sistem SENIT (SSystème d'Exploitation Navale des Informations Tactiques, "System for Naval Usage of Tactical Information"), hasil turunan dari Naval Tactical Data System (NTDS) AL Amerika Serikat. Masalah dalam pengembangan SENIT 9 memberikan pengaruh pada keterlambatan dalam pengiriman dua kapal selama satu tahun . SENIT 9 berdasarkan pada Radar multi Peran Thales' tri dimensional MRR3D-NG Multi Role Radar, yang beroperasi di C band dan menggabungkan kemampuan IFF. SENIT 9 juga dapat terhubung ke format pertukaran data NATO melalui Link 11, Link 16 dan Link 22.

Untuk komunikasi, kapal kelas Mistral menggunakan sistem satelit SYRACUSE, berdasarkan satelit Perancis Syracuse 3-A dan SYRACUSE 3-B yang menyediakan 45% dari komunikasi Super High Frequency yang aman dari NATO. Dari 18 sampai 24 Juni 2007, sebuah konferensi video yang aman diadakan dua kali sehari antara Tonnerre, kemudian berlayar dari Brasil ke Afrika Selatan, dan sebagai pengunjung VIP di Paris Air Show.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Persenjataan

Pada 2008, dua kapal kelas Mistral dipersenjatai dengan dua peluncur misil Simbad untuk Mistral dan empat senapan mesin M2-HB Browning 12,7 mm. Dua kanon Breda-Mauser 30 mm / 70 juga termasuk dalam desain, meskipun pada 2009 tidak dipasang. Selain itu perlengkapan electronic support measures yang ada yaitu Thales ARBR 21 radar warning receiver.

Radar kapal untuk pengamatan adalah MMR-3D NG G-band multirole radar dari Thales Naval France. MRR-3D memiliki phased array antenna ringan dan beroperasi sebagai sebagai radar pengawas dan sensor sistem pertahanan diri, dengan peralihan mode otomatis.

Dalam mode pengintaian permukaan, MRR-3D NG dapat mendeteksi target tingkat rendah dan menengah pada jarak hingga 140km, dan pada mode pengintaian udara jarak jauh 3D mencapai 180 km. Dalam mode pertahanan diri, radar tersebut bisa mendeteksi dan melacak ancaman apapun dalam radius 60km. Navigasi radar adalah Sperry Marine Bridgemaster, beroperasi di I-band.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral

Insiden seperti karamnya korvet Israel INS Hanit terkena tembakan rudal anti-kapal Hizbullah selama Perang Lebanon pada tahun 2006 telah menunjukkan kerentanan kapal perang modern terhadap ancaman asimetris, dengan kapal kelas Mistral yang dianggap kurang lengkap dalam pertahanan diri dalam situasi seperti ini, sehingga Mistral dan Tonnerre tidak dapat dioperasikan ke daerah musuh tanpa kapal pengawal yang memadai. Masalah ini diperparah oleh sejumlah kecil kapal pengawal di Angkatan Laut Perancis, ada kesenjangan selama lima tahun antara dekomisioning frigat kelas Suffren dan komisioning pengganti mereka, frigat kelas Horizon dan FREMM.

Setelah pengalaman komandan angkatan laut Perancis selama Opération Baliste, penugasan Perancis untuk membantu warga Eropa di Libanon selama perang 2006, proposal untuk meningkatkan kemampuan pertahanan diri dari dua kapal kelas Mistral didukung oleh salah satu kepala Perancis staf , dan berada di bawah pertimbangan aktif pada 2008. Salah satu saran adalah untuk mengupgrade peluncur manual dual launching Simbad menjadi peluncur otomatis Tetral quadruple launching.
Pada bulan Desember 2014, Angkatan Laut Perancis memberikan kontrak untuk Airbus untuk mempelajari integrasi Multiple Launch Rocket System (MLRS) dengan Mistrals. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dukungan tembakan kapal angkatan laut, seperti meriam 76 mm dan 100 mm yang saat ini tidak memadai dalam jangkauan dan letalitasnya. MLRS yang dalam pelayanan dengan Angkatan Darat Perancis, menggunakan roket berpemandu GPS dengan jangkauan 70 km (43 mil) dan dengan hulu ledak ledak tinggi seberat 90 kg (200 lb).
Pada akhir 2011, Angkatan Laut Perancis memilih NARWHAL20 remote weapon station (RWS) untuk melengkapi kapal Mistral sebagai pertahanan diri jarak dekat. Nexter Sistem akan mengirimkan dua meriam NARWHAL20B untuk masing-masing kapal, dengan amunisi 20 × 139 mm , dengan satu meriam melindungi daerah haluan dan lainnya melindungi buritan kanan. Dixmude adalah kapal yang pertama yang dilengkapi dengan meriam-meriam tersebut pada bulan Maret 2016.

Rumah Sakit

Setiap kapal tersedia fasilitas medis NATO Role 3, yaitu, setara dengan rumah sakit lapangan dari divisi atau korps tentara Angkatan Darat, atau dengan rumah sakit dari sebuah kota berpenduduk 25.000, lengkap dengan poli gigi, diagnostik, specialist surgical and medical capabilities, food hygiene and psychological capabilities. Sebuah sistem telemedicine berbasis Syracuse memungkinkan operasi khusus yang rumit dilakukan.

Rumah sakit seluas 900 m² menyediakan 20 kamar dan 69 tempat tidur rawat inap, 7 untuk perawatan intensif. Dua blok operasi lengkap dengan ruang radiologi menyediakan radiografi digital dan ultrasonografi, dan yang dapat dilengkapi dengan scanner CT mobile.

50 buah tempat tidur medicalised disimpan dalam cadangan dan dapat dipasang dalam hanggar helikopter untuk memperluas kapasitas rumah sakit dalam keadaan darurat.

Tenaga Penggerak

Mistral dan Tonnerre adalah kapal pertama dari Angkatan Laut Perancis yang menggunakan pendorong azimut. Pendorong yang didukung oleh listrik dari lima buah 16-cylinder Wärtsilä 16V32 diesel alternators, dan dapat berorientasi pada setiap sudut. teknologi propulsi ini memberikan kapal kemampuan manuver yang signifikan, serta membebaskan ruang yang biasanya disediakan untuk poros baling-baling.

Keandalan jangka panjang dari pendorong azimut untuk digunakan oleh militer belum dipelajari secara mendalam, namun teknologi tersebut sudah bekerja di atas kapal pada beberapa angkatan laut, termasuk Kapal AL Belanda kelas Rotterdam ,  kelas Galicia Spanyol, dan  kelas Kingston Kanada.

Akomodasi
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Ruang yang didapatkan dengan penggunaan pendorong azimut memungkinkan untuk konstruksi ruang akomodasi di mana tidak ada pipa atau mesin yang terlihat. Terletak di bagian depan kapal,   dibangun kabin untuk awak kapal kelas Mistral yang setara dalam tingkat kenyamanan kabin penumpang di atas kapal pesiar Chantiers de l'Atlantique.

Lima belas perwira masing-masing memiliki kabin individual. bintara Senior berbagi kabin dua orang, sementara awak kapal junior dan tentara yang ikut naik menggunakan  kabin untuk empat atau enam orang. Kondisi ruang akomodasi ini dikatakan lebih baik daripada di sebagian barak Legiun Asing Perancis, dan ketika wakil admiral Angkatan Laut Amerika Serikat, Mark Fitzgerald menginspeksi salah satu kapal kelas Mistral bulan Mei 2007, ia mengatakan bahwa ia akan menggunakan area akomodasi yang sama untuk menjadi tempat awak kapal sebesar tiga kali ukuran awak kapal Mistral.

Sejarah Operasional
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
The BPC disertifikasi sebagai anggota komponen angkatan laut NATO Response Force, yang memungkinkan mereka untuk mengambil bagian dalam Joint Task Force. Prancis menyediakan kekuatan untuk NRF-8 pada bulan Januari 2007, termasuk Commander Amphibious Task Force dan 8 kapal. Kontribusi berikutnya berlangsung pada bulan Januari 2008 di NRF-10, setelah latihan Noble Midas yang menguji Link 16 dan sistem SECSAT yang mengendalikan kapal selam. Pasukan dapat diatur dalam waktu 5 sampai 30 hari.

Mistral membuat pelayaran pertama dari 21 Maret sampai 31 Mei 2006, berlayar di Mediterania dan Samudera Hindia

Setelah awal Perang Lebanon 2006, Mistral adalah salah satu dari empat kapal Perancis yang dikerahkan ke perairan Lebanon sebagai bagian dari Opération Baliste. Kapal ini adalah untuk melindungi, dan jika perlu mengevakuasi warga negara Perancis di Lebanon dan Israel. Mistral menaikkan 650 tentara dan 85 kendaraan, termasuk 5 AMX-10 RC dan sekitar 20 VAB dan VBL. Empat helikopter juga dimuat di dalam kapal, dengan dua yang lain bergabung kapal di dekat Crete. Selama pengoperasiannya, Mistral mengevakuasi sebanyak 1.375 pengungsi.

Pelayaran perdananya Tonnerre ini terjadi antara 10 April dan 24 Juli 2007. Selama perjalanan ini, Tonnerre terlibat dalam Opération Licorne, bersama-sama aling melengkapi penggelaran Operasi PBB Perancis di Pantai Gading setelah Perang Saudara Pantai Gading.  helikopter Angkatan Udara Perancis Gazelle dan Cougar dioperasikan dari kapal selama tanggal 9 Juli.
Pada awal 2008, Tonnerre terlibat dalam misi Corymbe 92, misi kemanusiaan di Teluk Guinea. Selama penggelaran ini, Tonnerre bertindak sebagai penasehat dari European Maritime Analysis Operation Centre , Narkotika dan  5,7 ton kokain yang diselundupkan dicegat, yaitu 2,5 ton dari sebuah kapal nelayan 520 kilometer (280 nmi) dari Monrovia pada 29 Januari, dan 3,2 ton dari sebuah kapal kargo 300 kilometer (160 nmi) dari Conakry.

Pada bulan Mei 2008, Topan Nargis melanda Burma, bencana alam terburuk yang melanda wilayah tersebut. Mistral, yang beroperasi di wilayah Asia Timur pada saat itu, memuat pasokan bantuan kemanusiaan, dan berlayar ke Burma. Kapal itu ditolak masuk ke pelabuhan negara tersebut.  1.000 ton bantuan kemanusiaan harus dibongkar di Thailand dan diserahkan kepada Program Pangan Dunia.

Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengumumkan pada tanggal 23 Mei 2011, bahwa Tonnerre akan dikerahkan dengan helikopter serang ke pantai Libya untuk menegakkan resolusi PBB tahun 1973.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Ekspor

Sejak tahun 1997, dan terutama sejak Euronaval 2007, type Mistral telah dipromosikan untuk pasarekspor. Keluarga BPC terdiri dari BPC 140 (13.500 ton), BPC 160 (16.700 ton) dan BPC 250 (24.542 ton,  panjang 214,5 meter (704 kaki)). BPC 250 merupakan desain dari desain kelas Mistral akhir. Penurunan panjang dan modifikasi lainnya dalam rangka untuk menghemat harga  Konsep BPC 250 adalah salah satu dari dua pilihan untuk desain kapal perang amfibi kelas Canberra, yang akan dibangun untuk Angkatan Laut Australia. Desain yang akhirnya dipilih adalah kapal amfibi Spanyol kelas Buque de Proyección Estratégica.

Pada tahun 2012, Royal Canadian Navy menunjukkan minat yang kuat untuk membeli dua kapal Mistral. Dua kapal Kanada itu dibangun oleh SNC Lavalin, dengan opsi untuk membeli ketiga. Proyek ini mewakili total investasi sebesar US $ 2,6 Miliar. Kanada juga telah meneliti dua  kapal ex-Rusia, dan menteri pertahanan Kanada mengadakan pertemuan tatap muka dengan kementerian dalam anggota NATO pada bulan Juni 2015. Hingga akhir 2011, Angkatan Laut Polandia telah bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Polandia untuk membeli satu kapal Mistral. Angkatan Laut India juga telah menyatakan minat dalam desain  Multi-Role Mistral sebagai Kapal Dukungan. Brasil dan Turki kemungkinan juga mempertimbangkan untuk membeli BPC. Aljazair juga mempertimbangkan pembelian dua BPC. Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Singapura juga diberitakan telah menyatakan minatnya terhadap Mistral.

Pembelian oleh Rusia

Pada bulan Agustus 2009, Jenderal Nikolai Makarov, Kepala Staf Umum Rusia, menyarankan Rusia untuk merencanakan membeli satu kapal dan kemudian diharapkan untuk kemudian membangun tiga kapal selanjutnya di Rusia. Pada bulan Februari 2010, ia mengatakan bahwa konstruksi akan dimulai beberapa saat setelah 2015 dan akan menjadi kerja sama dengan Perancis. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengharapkan pembangunan dua kapal pertama di Perancis dan dua kapal kedua di Rusia. Menurut Centre for Analysis of Strategies and Technologies yang berbasis di Moskow, kapal pertama akan sepenuhnya dibangun dan dirakit di Perancis dari tahun 2013, yang kedua juga akan dibangun di Perancis, diserahkan pada tahun 2015, tetapi dengan proporsi komponen Rusia yang lebih tinggi. Dua akan dibangun di Rusia oleh DCNS / Rusia United Shipbuilding Corporation (USC) joint-venture.Pada tanggal 1 November 2010, Rusia USC dan Perancis DCNS dan STX Perancis menandatangani kesepakatan untuk membentuk konsorsium, termasuk transfer teknologi, presiden USC menyatakan bahwa itu terkait dengan kesepakatan Mistral.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Pada 15 November 2010, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa tender ditutup dan pemenang akan diumumkan pada akhir bulan. Pada tanggal 24 Desember 2010, setelah delapan bulan perundingan, Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyetujui pembelian oleh Rosoboronexport dari dua kapal kelas Mistral (dan pilihan untuk dua) dari Perancis untuk € 1370000000 (€ 720.000.000 untuk kapal 1; 650 € juta untuk kedua). Kapal pertama diharapkan akan dikirim pada akhir 2014 atau awal 2015, Rusia memberikan uang muka pada awal tahun 2011 sesuai dengan  nota kesepahaman antara kedua belah pihak tanggal 25 Januari 2011. Pada tanggal 25 Januari 2011, kesepakatan akhir antara Rusia dan Perancis telah ditandatangani.

Di Amerika Serikat, enam senator Partai Republik, termasuk John McCain, komplain dalam surat kepada duta besar Prancis di Washington tentang rencana penjualan tersebut, Anggota Kongres Ileana Ros-Lehtinen, pejabat Partai Republik pada Komisi hubungan dengan Luar Negeri, memperkenalkan sebuah resolusi "Perancis dan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara dan Uni Eropa lainnya harus menolak untuk menjual sistem persenjataan utama atau peralatan militer ofensif untuk Federasi Rusia." pada tanggal 8 Pebruari 2010, Menteri Pertahanan Robert Gates mengatakan pada para pejabat Perancis saat berkunjung ke Paris bahwa AS "prihatin", Anggota NATO yang lain yaitu Lithuania, Latvia dan Estonia memprotes kesepakatan tersebut. Menteri Pertahanan Lithuania Rasa Jukneviciene menyatakan bahwa "ini adalah sebuah kesalahan. Ini adalah sebuah preseden, ketika suatu negara anggota NATO dan Uni Eropa menjual persenjataan ofensif ke negara yang sistem demokrasinya tidak pada tingkat yang akan membuat kita merasa tenang.

Beberapa perubahan desain yang diperlukan, seperti untuk kompatibilitas dengan helikopter Ka-52 dan Ka-27 Rusia. Pada tahun 2013, Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin menyatakan bahwa kapal tidak akan dapat beroperasi di iklim Rusia dan bahwa kapal memerlukan tingkat dari bahan bakar diesel yang tidak diproduksi di Rusia.  General Nikolai Makarov mengumumkan bahwa kapal pertama akan dikerahkan ke Armada Pasifik Rusia, dan dapat digunakan "dalam kasus keharusan" untuk mengangkut pasukan ke Kepulauan Kuril. Menurut Nikolai Makarov, alasan utama untuk pembelian Mistral, dibandingkan menggunakan produk dalam negeri, adalah bahwa Rusia meperlukan waktu 10 tahun untuk mengembangkan teknologi yang dibutuhkan. Pada bulan Maret 2011, kesepakatan terhenti pada tuntutan Rusia untuk teknologi sensitif NATO untuk dimasukkan dalam proyek kapal. Pada bulan April 2011, Presiden Rusia Dmitry Medvedev memecat pejabat senior Angkatan Laut yang bertugas dalam pembicaraan dengan Perancis selama pembelian. Pada tanggal 17 Juni 2011, kedua negara menandatangani perjanjian untuk dua kapal sebesar $ 1,7 miliar.

Pada tahun 2014 penjualan Mistral harus ditunda karena Rusia terkena embargo senjata sebagai akibat dari tindakannya dalam krisis Krimea. Menlu Prancis Laurent Fabius mempertimbangkan untuk membatalkan kesepakatan Mistral Rusia dalam menanggapi referendum Krimea sebagai sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa telah dikenakan pada pejabat Rusia terkait dengan referendum. Sanksi ekonomi adalah "tahap kedua" , sementara membatalkan kontrak Mistral akan menjadi "tahap ketiga." Fabius mengakui bahwa kerugian akibat pembatalan kontrak akan merusak perekonomian Perancis.
Pada September 2014, Presiden Prancis mengumumkan bahwa karena "tindakan terbaru Rusia di Ukraina", dua kapal tidak akan dikirimkan.  Pada bulan November 2014, François Hollande melakukan penangguhan pada pengiriman Mistral pertama ke Rusia. Hollande mengatur dua kondisi untuk pengiriman, Pengamatan gencatan senjata di Ukraina dan kesepakatan politik antara Moskow dan Kiev Pada bulan Desember 2014, Rusia memberi pemerintah Perancis pilihan untuk memberikan dua kapal perang Mistral ke Angkatan Laut Rusia atau mengembalikan harga beli $ 1.530.000.000 . Pada tanggal 26 Mei 2015, kantor berita Rusia mengutip Oleg Bochkaryov, Wakil Ketua Komisi Industri Militer, badan pemerintah yang mengawasi industri pertahanan, mengatakan "Rusia tidak akan membawa mereka, itu kenyataan. Sekarang hanya ada satu diskusi-mengenai jumlah uang yang harus dikembalikan ke Rusia " Helikopter Ka-52K (hokum B) Rusia dikembangkan untuk digunakan pada kelas Mistral, pada tanggal 25 Mei, desainer Kamov, Sergei Mikheev mengatakan RIA Novosti bahwa mereka akan dipekerjakan di tempat lain di Angkatan Laut Rusia. Pada tanggal 5 Agustus 2015 diumumkan bahwa Perancis  membayar kembali pembayaran parsial Rusia dan menyimpan dua kapal yang diproduksi awal untuk Rusia.

Pembelian oleh Mesir

Pada Agustus 2015 7, satu sumber diplomatik Prancis menegaskan bahwa Presiden Hollande membahas masalah ini dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi selama kunjungannya ke Mesir saat peresmian Terusan Suez New di Ismailia. Selanjutnya, Mesir dan Perancis menyimpulkan kesepakatan untuk mengakuisisi dua ex Mistral Rusia untuk sekitar € 950.000.000, termasuk biaya pelatihan awak Mesir. Berbicara pada RMC Radio, Jean-Yves Le Drian, Menteri Pertahanan Perancis, mengatakan bahwa Mesir sudah membayar seluruh harga untuk kapal angkuthelikopter tersebut. Mesir juga membeli helikopter Rusia yang direncanakan untuk kapal.

Mistral 140

DCNS meluncurkan model versi yang lebih kecil dari standar kapal Mistral BPC 210 yang dinamakan Mistral 140 pada bulan September 2014 pada pameran Africa Aerospace and Defence 2014 di Pretoria, Afrika Selatan. Dibandingkan dengan kapal yang berukuran penuh 21.500 ton dan panjang 199 m (653 kaki)  dengan tempat pendaratan enam helikopter, Mistral 140 akan berubah menjadi  14.000 ton dengan panjang 170 m (560 kaki) dengan tempat pendaratan lima helikopter dan  lebar 30 m (98 kaki) dengan jangkauan 6.000 nm (6.900 mil; 11.000 km) pada 15 knot.

Seperti rencana asli untuk Mistral BPC 210 yang belum ada hasilnya, Mistral 140 akan memiliki meriam di buritan kiri dan di sisi kanan haluan, dengan senapan mesin berat terletak di kedua sisi. Akan ada dermaga baik di buritan untuk kapal pendarat serta dua ceruk di setiap sisi untuk meluncurkan perahu karet, bersama dengan derek yang diposisikan di bagian tengah kapal di belakang geladak bagian atas kapal. Hanggar dek akan memiliki ruang untuk sepuluh helikopter, dengan ruangan joint operations centre seluas 400 m2 untuk staf komando. Akan ada akomodasi untuk sekitar 500 tentara serta lebih dari 30 kendaraan dan rumah sakit dengan 30 tempat tidur. Propulsi akan diasup oleh dua pod azimuth dan pendorong haluan, mungkin semua sistem propulsi listrik seperti BPC 210.

DCNS mengiklankan Mistral 140 sebagai "alat politik untuk tindakan sipil dan militer" untuk negara-negara yang tidak mampu memiliki Mistral versi standar. Peran yang bisa dilaksanakan dengan Mistral 140 ini meliputi operasi kemanusiaan dan perdamaian, manajemen krisis, kekuatan perlindungan, markas komando gabungan, dukungan medis dan logistik serta transportasi dari pasukan militer. Perusahaan ini menawarkan kapal tersebut ke negara-negara cenderung untuk terlibat dalam operasi tempur yang membutuhkan sesuatu yang lebih seperti dukungan multi-peran atau logistik kapal, khususnya Angkatan Laut Afrika Selatan.

Ships
Pennant no.
Name
Laid down
Launched
Commissioned
Homeport
French Navy
L9013
Mistral
10 July 2003
6 October 2004
February 2006
Toulon
L9014
Tonnerre
26 August 2003
26 July 2005
December 2006
Toulon
L9015
Dixmude
18 April 2009
17 September 2010
27 December 2012
Toulon
Egyptian Navy
L1010 
Gamal Abdel Nasser
(ex-Vladivostok)
18 June 2013
20 November 2014
2 June 2016
Safaga
L1020
Anwar El Sadat
(ex-Sevastopol)
1 February 2012
15 October 2013
16 September 2016
Alexandria

Sumber  : en.wikipedia.org

http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Nama : Mistral Class
Produsen :
    -STX Eropa
    -DCNS

Operator:
      -Marine Nationale ( Angkatan Laut Perancis )
      -Angkatan Laut Mesir

Didahului oleh : kelas Foudre
Biaya : € 451.6m  (TA 2012) (~ US $ 600)
Status Penugasan : December 2005 - sekarang
Produksi : 2:
-Vladivostok, ditetapkan untuk Rusia pada bulan Februari 2012, Menjalani percobaan laut; -Sevastopol, ditetapkan untuk Rusia Juni 2013
Direncanakan : 5-7
Selesai : 5
Aktif :
- Mistral
- Tonnerre
- Dixmude
- Gamal Abdel Nasser

Karakteristik Umum :
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal Serbu Amfibi Kelas Mistral
Jenis : Kapal Serbu Amphibious
Berat :
    -16.500 ton (kosong)
    -21.300 ton (beban penuh)

Panjang : 199 m (653 ft)
Beam : 32 m (105 ft)
Draught : 6.3 m (21 ft)
Listrik: 3 Wartsila diesel-alternator 16 V32 (6,2 MW) + 1 Wartsila Vaasa tambahan diesel-alternator 18V200 (3 MW)
Propulsion : 2 Rolls-Royce Mermaid azimuth pendorong (2 × 7 MW), 2 baling-baling berbilah lima
Kecepatan : 18,8 knot (35 km / h)
Jangkauan :
    - 10.800 km (5.800 nm) pada 18 knot (33 km / h)
    - 19.800 kilometer (10.700 nm) pada 15 knot (28 km / h)

Boat & Perahu Pendarat yang diangkut :
    - 4 CTM (Chaland de transportasi de matériel)
    - sebagai alternatif : 2 LCAC (Landing Craft Air Cushion)

Kapasitas : 59 kendaraan (termasuk 13 tank AMX Leclerc) atau kekuatan batalyon 40 tank Leclerc
 
Pasukan :
   - 900 personil (jangka waktu pendek)
   - 450 personil (jangka waktu yang panjang)
   - 150 personil (bertugas dalam markas operasional)

Tambahan : 20 perwira, 80 perwira bawahan, 60 Juru mudi dan petugas ABK

Sensor dan Sistem Pengolahan:
    - DRBN-38A Decca Bridgemaster E250 navigation radar
    - MRR3D-NG air/surface sentry radar
    - 2 optronic fire control systems

Persenjataan :
     - 2 × Simbad systems
         - 4 × 12.7 mm M2-HB Browning machine guns

Pesawat yang diangkut : 16 helikopter berat berat atau 35 helikopter ringan
Fasilitas penerbangan : 6 tempat pendaratan helikopter


Sumber :
-en.wikipedia.org
-blacklistednews.com

Photograph :
-By Rama, Wikimedia Commons, Cc-by-sa-2.0-fr, CC BY-SA 2.0 fr, commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=15802780
-CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=101651
-By Béotien lambda - Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=3804442
-By Ludovic Péron - Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=37586205
-By Photo: MM130056/MOD, OGL, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=26869714
-By AHMED XIV, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=48767178

Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer
Comment Using

Comment Policy : We’re enthusiastic to see your comment. However, Please Keep in mind that all comments are moderated manually by our human reviewers according to our comment policy, and all the links are nofollow. Using Keywords in the name field area is forbidden. Let’s enjoy a personal and evocative conversation.

1 comment:

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |