Kapal selam kelas Kilo - The Black Hole of Diesel-Electric Submarine | Pecinta Militer Pecinta Militer: Kapal selam kelas Kilo - The Black Hole of Diesel-Electric Submarine
Pecinta Militer

SUBSCRIBE FOR MORE VIDEOS

Tuesday, 6 June 2017

Kapal selam kelas Kilo - The Black Hole of Diesel-Electric Submarine


http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal selam kelas Kilo
Kilo adalah nama kelas yang diberikan NATO untuk kapal selam militer bertenaga diesel buatan Rusia, didesain oleh Rubin Central Maritime Design Bureau St Petersburg . Versi asli dari kapal selam ini di Rusia dikenal dengan nama Project 877 Halibut. Kapal selam kelas ini juga memiliki versi yang lebih baru yang dikenal dengan nama Improved Kilo dan dikenal juga dengan Project 636 Varshavyanka.

Semula Proyek kapal selam kelas Kilo dibangun di galangan kapal Komsomolsk, tetapi kemudian dipindah ke Shipyard Admiralty di St Petersburg. Kapal teknologi Rusia ini menarik minat banyak negara, misalnya China yang telah memiliki dua kapal selam Tipe 636, yang kedua bergabung dengan armada China pada Januari 1999. Venezuela juga telah menandatangani MoU (memorandum of understanding) untuk kapal selam tipe 636 pada bulan November 2007. Indonesia sendiri juga berminat dengan kapal selam jenis ini. 

Menurut Direktur Eksekutif Think and Act for National Defense (Tandef) Khairil Azmi, kapal selam diesel-listrik Project 636 buatan Rusia itu kerap disebut "Black Hole" oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Pasalnya, kapal selam itu memiliki kemampuan untuk beroperasi dengan suara sangat lemah sehingga kehadirannya nyaris tidak diketahui. 
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal selam kelas Kilo
Kapal selam kelas Kilo dirancang untuk berhadapan dengan kapal selam maupun kapal maupun untuk melakukan misi pengintaian umum dan patroli dan juga memiliki kemampuan bersembunyi dengan baik dan beroperasi di perairan dangkal. Kapal selam tipe 636 dianggap menjadi salah satu kapal selam bermesin diesel paling tenang di dunia. Kapal selam ini mampu mendeteksi kapal selam musuh pada kisaran tiga sampai empat kali lebih besar. Dalam tulisannya berjudul "Kilo Class (Project 636) Diesel-Electric Submarine, the Black Hole", Khairil menyebut,Kapal selam ini terdiri dari enam kompartemen kedap air, dipisahkan oleh sekat-sekat melintang di dalam sebuah double-hull bertekanan. Double-hull merupakan desain lambung kapal dan metode konstruksi di mana bagian bawah dan sisi kapal memiliki dua lapisan lengkap dari permukaan lambung yang kedap air. Lapisan pertama berfungsi sebagai lambung normal pesawat sedangkan lapisan kedua membentuk penghalang bagi air laut yang masuk berlebihan bila terjadi kerusakan atau kebocoran lambung. Dengan desain tersebut, Project 636 merupakan kapal selam dengan tingkat kemampuan bertahan yang tinggi bila mengalami kebocoran. 

Kapal dengan versi Project 636 dilengkapi dengan pembaharuan sonar MGK-400EM dengan MG-519 EM.Teknologi ini mampu mendeteksi target kapal selam dan kapal permukaan dalam mode mendengarkan sonar. Juga mampu melakukan telepon dan telegraf komunikasi dalam mode panjang dan pendek, mendeteksi sinyal suara bawah air.
Radar kapal selam bisa bekerja baik di dalam air maupun diatas permukaan. Radar ini mampu menyediakan informasi mengenai situasi bawah air dan udara, identifikasi radar dan keselamatan navigasi.

Project 636 merupakan pembaharuan dari kapal selam tipe sebelumnya, Project 877EKM. Dalam Project 636 ini, sejumlah pembaharuan dibuat baik itu dari segi daya tembak, peningkatan jangkauan,  karakteristik, visual maupun kemampuan yang spesifik lainnya.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal selam kelas Kilo Project 877 EKM
Dari segi bentuk, Project 636 memiliki bentuk lambung yang lebih panjang dari Project 877EKM. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan kekuatan diesel-generator yang juga memberikan peningkatan dukungan pada penyerapan goncangan dan mengurangi dua kali lipat kecepatan poros penggerak utama. Karena pembaharuan ini, kecepatan dan daya tahan Project 636 memiliki tingkatan yang lebih bagus. Di sisi lain, kebisingan kapal selam pun menurun.

Untuk versi Project 877, kelas Kilo dilengkapi dengan sistem sonar Rubikon MGK- 400 yang mencakup deteksi ranjau dan menghindari dengan sonar MG- 519 Arfa. India merupakan salah satu negara yang telah memakai kelas Kilo khususnya tipe 877 dari Rusia. Setidaknya sudah ada 33 kapal selam kelas tersebut telah diekspor ke India, Aljazair, China, Polandia, Iran, dan Vietnam.

Combat System Kapal Selam Kelas Kilo

Sistem informasi pertempuran tersebut berisi komputer multipurpose MVU-110EM yang memungkinkan menjejak 5 sasaran secara simultan dengan dua secara otomatis dan tiga secara manual. Data tentang jarak, posisi and kecepatan dari Andoga navigation system juga dimasukkan ke combat data system.

http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal selam kelas Kilo
Sistem Persenjataan :

Menurut Naval-technology.com, kapal selam kelas Kilo ini dilengkapi dengan sejumlah kemampuan tempur dan sistem komando yang menyediakan informasi untuk pengendalian kapal selam yang efektif, termasuk sistem torpedo. Kecepatan sistem komputer yang dimiliki mampu memproses informasi dari peralatan pengawasan dan menampilkannya di layar untuk kemudian menghitung keberadaan target dan menembaknya dengan akurat.

Sistem ini juga memberikan pengendalian kebakaran otomatis, dan memberikan informasi dan rekomendasi tentang manuver serta penyebaran senjata. Kapal selam dilengkapi dengan delapan peluncur Strela– 3 ( (Nato : SA-N-8 Gremlin) yaitu rudal pertahanan udara yang dikembangkan di Rusia atau Igla (Nato : SA-N-10 Gimlet) yaitu rudal permukaan ke udara. Rudal ini diproduksi Fakel Design Bureau, Kaliningrad. Rudal Strela– 3 memiliki pencari inframerah dan memuat 2 kg hulu ledak dengan Jangkauan maksimum 6 km.

Sedangkan Igla juga dilengkapi dengan inframerah dengan jangkauan maksimum 5 km. Kapal dapat dipasang dengan Novator Club- S (SS-N-27) sistem rudal cruise anti kapal rudal. Selain itu, Project 636 dilengkapi dengan enam buah tabung torpedo berukuran 533 mm yang diletakkan di depan hidung kapal selam dengan 18 buah torpedo kelas berat, enam diantaranya berada di dalam tabung dan 12 lainnya disimpan di rak penyimpanan.

Dua tabung torpedo dirancang untuk menembakan TEST-71MKE TV electric homing torpedo, yang memiliki active sonar homing system with TV guidance yang memampukan operatornya untuk memencet target alternatif lainnya secara manual. Berat torpedo tersebut 1,820kg dengan hulu ledak 205kg. Sementara itu, seluruh tabung torpedo dikendalikan dengan sistem komputerisasi yang dapat beroperasi cepat. Hanya dibutuhkan sekitar 15 detik untuk membuat tabung torpedo dalam keadaan siap menembak.
Sistem torpedo dikendalikan oleh komputer dan dilengkapi dengan perangkat cepat muat (quick-loading device). Tembakan pertama dilakukan dalam waktu dua menit dan yang kedua dalam waktu lima menit.

Pada kapal selam kelas Kilo AL India telah dilengkapi dengan rudal anti kapal the Novator 3M-54E1 sebagai bagian dari the Klub-S missile system. Jarak yang dapat dijangkau yaitu 220km dengan hulu ledak yang berdaya ledak tinggi seberat 450kg.

10 Buah kapal selam AL India dilengkapi lagi dengan rudal jelajah untuk serangan darat the Novator 3M-14 yang juga merupakan bagian dari the Klub-S system, yang memiliki jangkauan 275km dan hulu ledak seberat 499kg.
Countermeasures :

Perlengkapan Countermeasures yaitu electronic support measures (ESM), radar warning receiver dan direction finder.

Sistem Propulsi :

Kapal selam Type 877EKM ditenagai dengan diesel-electric propulsion dengan 2 buah diesel generator 1,000kW dan sebuah propulsion motor 5,500hp yang diproduksi oleh Elektrosila and Kolomensky Zavod of Russia. Mesin ini juga memiliki motor bertenaga 190hp untuk mode ekonomis dan 2 buah standby propulsion systems 102hp dan memiliki 7 bilah fixed-pitch propeller.

Negara-negara Operator :

Kapal selam pertama kelas Kilo untuk Angkatan Laut Uni Soviet beroperasi pada tahun 1980. Angkatan Laut Rusia masih memiliki kapal selam kelas ini, dan per tahun 2011 dilaporkan memiliki 17 buah kapal selam aktif, dengan 7 kapal dalam tahap peremajaan. 33 buah diekspor ke beberapa negara :

 Aljazair : 2 original Kilo, 2 improved Kilo (636M)
 Republik Rakyat Tiongkok  : 2 original Kilo, 10 improved Kilo
 Polandia : 1 original Kilo
 Iran : 3 Kilo
 Rumania : 1 Kilo
 Vietnam : 6 improved Kilo dalam pemesanan
 India : 4 Shindughosh class (Kilo class)
 Rusia : 20 original Kilo aktif, 3 improved kilo aktif, 3 improved Kilo dalam pemesanan

Spesifikasi :
Kapal selam kelas Kilo memiliki beberapa varian sehingga spesifikasi berikut mungkin tidak cocok untuk semua varian. Berikut adalah spesifikasi secara umum :

Bobot :
2.300-2.350 ton ketika mengapung.
http://militerhebatdunia.blogspot.co.id/
Kapal selam kelas Kilo
3.000-4.000 ton ketika menyelam.
Dimensi :
Panjang : 70-74 meter.
Lebar : 9.9 meter.
Draft: 6.2-6.5 meter.
Kecepatan maksimum :
-10-12 knot ketika mengapung.
-17-25 knot ketika menyelam.
Sistem propulsi : Diesel elektrik.
Kedalaman maksimum : 300 meter (operasional : 240-250 meter).
Ketahanan :
-400 mil ketika menyelam dengan kecepatan 3 knot.
-6.000 mil ketika mengapung dengan kecepatan 7 knot (7.500 mil pada kelas Improved Kilo).
45 hari di laut.
Persenjataan
Pertahanan udara : 8 roket permukaan ke udara SA-N-8 Gremlin atau SA-N-10 Gimlet.
Torpedo : 18 torpedo atau 24 ranjau, enam buah tabung torpedo 533mm.

Ciri-ciri umum :
Panjang: 700–740 m (2.296 ft 7 in–2.427 ft 10 in)
Lebar: 99 m (324 ft 10 in)
Draft: 65 m (213 ft 3 in)
Tenaga: Diesel-elektrik
Pendorong:
Diesel-elektrik propulsion
2 × 1000 kW Diesel Elektrik generator
1 × 5,500–6,800 shp (4,101–5,071 kW) Propulsion motor
1 × fixed-pitch 6 or 7 bladed propeller (6BL project 877) (7BL project 636)
Kecepatan:
Mengapung: 10–12 knot (19–22 km/h; 12–14 mph)
Menyelam: 17–25 knot (31–46 km/h; 20–29 mph)
Jangkauan:
Dengan snorkel: 6,000–7,500 nmi (11,112–13,890 km; 6,905–8,631 mi) at 7 kn (13 km/h; 8,1 mph)
Menyelam: 400 nmi (740 km; 460 mi) at 3 kn (5,6 km/h; 3,5 mph)
Full run: 127 nmi (235 km; 146 mi) at 21 kn (39 km/h; 24 mph)
Daya tahan: 45 days
Kedalaman uji coba:
Operational: 240 m (790 ft)
Maximum: 300 m (980 ft)
Awak kapal: 52
Senjata:
6 x 533 mm (21 in) lubang torpedo
18 torpedo
Club S anti-ship missiles (some versions)
24 mines
8 SA-N-8 Gremlin or 8 SA-N-10 Gimlet Surface-to-air missiles (export submarines may not be equipped with air defense weapons)

Sumber :
-en.wikipedia.org
-Naval-technology.com
Like the Post? Share with your Friends:-

Pecinta Militer
Posted By: Pecinta Militer

0 comments:

POST A COMMENT

Contact Us

Name

Email *

Message *

 

Histats

Histats.com © 2005-2014 Privacy Policy - Terms Of Use - Check/do opt-out - Powered By Histats

Flag Country

Free counters!
Copyright © . PecintaMiliter. All Rights Reserved.
Designed by :- Pecinta Militer |